Olahraga

Kecewa Tak Dapat Apresiasi, Atlet Dayung Sultra Niat Hijrah ke Daerah Lain

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sejumlah Atlet Dayung Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengeluhkan rasa kekecewaannya terhadap pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra. Rasa kekecewaan itu diutarakan lantaran tidak mendapat perhatian dari Pemprov Sultra dan KONI pada khususnya.

Diketahui, Julianti (Rowing), Ali Buto (Rowing), Dayumin (Cano), Muhammad Burhan (Cano) dan Sofiyanto (Cano), baru saja mengharumkan nama Indonedia di kancah dunia. Mereka berlima, turut andil dalam mempersembahkan medali emas tiga dan tujuh medali perak untuk kontingen Dayung Indonesia di Sea Games Vietnam 2021, yang baru diselenggarakan Mei 2022 lalu. Meski begitu, prestasi yang ditorehkan atlet Dayung terbaik Sultra ini, seakan tak mendapat apresiasi dari pemerintah dan KONI.

Sofiyanto kepada wartawan, mengaku kurang mendapat perhatian, khususnya dari pembinaan olahraga di Sultra, yakni KONI. Kata dia, perhatian pemerintah yang dimaksud terkait kelengkapan sarana prasarana atlet di Sultra, khususnya dayung untuk menunjang prestasi para atlet agar lebih baik ke depannya.

Selain itu, mereka juga ingin mendapat pehatian yang lebih pada kesejahteraan atlet. Misalnya, diberi rumah, pekerjaan dan bonus atas kerja keras dan prestasi yang sudah dipersembahkan.

Mirisnya lagi, ungkap Sofiyanto, setelah perhelatan Sea Games Vietnam 2021, mereka sama sekali tidak mendapat support dari pihak KONI Sultra. Beda halnya dengan perlakuan kepada atlet bulu tangkis, Apriliani, sewaktu menjadi juara di ajang Olimpiade Tokyo 2021 lalu. Dimana sejumlah apresiasi ditujukan kepada wanita kelahiran Konawe itu.

Padahal dia adalah atlet DKI Jakarta, meski memang Apriliani berasal dari Sultra. Namun dirinya ingin pemerintah dan KONI memberikan perlakuan yang sama, terlebih mereka adalah atlet Sultra.

“Kami ingin atlet Sultra yang berprestasi di nasional maupun internasional lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah, sama dengan daerah-daerah lain, jangan terkesan dianaktirikan,” keluhnya, Jumat (17/6/2022) kamarin.

Mereka pun mulai berfikir untuk kemudian hijrah ke daerah lain, untuk membela di ajang nasional ataupun internasional. Daripada bertahan membela daerah, tapi tidak diperhatikan.

Niatan itu, seiring dengan peran pemerintah maupun KONI Sultra yang dirasa kurang. Hal Itu terlihat dari sisi sarana dan prasarana.

“Bayangkan, menjelang PON Papua 2020 lalu, mereka hanya latihan cuman tiga bulan. Sementara daerah lain ada yang satu tahun bahkan lebih. Dengan latihan singkat itu kami ditargetkan tujuh medali emas. Untungnya ada atlet Sultra yang ikut pelatnas sehingga kami bisa menyumbangkan medali emas,” jelasnya.

Di tempat yang berbeda, Dayumin mengatakan hal serupa. Menurutnya, pemerintah dan KONI terkesan menutup mata dan telinga atas pencapaian prestasi putra dan putri daerah yang telah mengibarkan bendera merah putih di Vietnam.

“Pastinya sangat kecewa, apalagi Sea Games 2021 Vietnam telah berakhir tapi sampai saat ini Koni selaku induk organisasi olahraga di Sultra bahkan lembaga olahraga di Sultra serta Pemda hanya menutup mata dan telinga,” imbuhnya.

Namun demikian, diakuinya masih ada sumbangsih dan dukungan dari beberapa pihak yang cukup peduli terhadap keikutsertaan para atlet Sultra di setiap kejuaraan dayung.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini belum mendapat konfirmasi dari KONI Sultra terkait keluhan atlet Dayung Sultra. (ads)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan Subagiantoro

Baca Juga

3 Comments

  1. Pindah sja bro banggakan daerah lain. Susah di sultra klo mo banggakan daerah sndri tpi nd dpat prhatian dri pmerintah stempat.

  2. sedih dengarnya, tpi memang di sultra kurang diperhatikan atlit atlitnya. bisa dilihat dari fasilitas dayung terlihat kumuh & tidak layak. padahal punya prestasi yg sudah cukup lama. pemerintah daerahnya parah & KONI sultra juga perlu dipertanyakan fungsinya

  3. Iya jelas lah , kalau atlet dayung kan nilai jual ke produk di pasaran apa? Peminatnya seberapa? Kalau pasaran perlengkapan atlet bola, bulu tangkis kan jelas, ada baju , sepatu , alat olahraganya, dan peminatnya banyak, jadi saya pikir walaupun pindah ke daerah lain, apresiasi dari Pemda dan masyarakat tidak akan sebesar dari cabor lainnya yang memiliki banyak peminat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button