HeadlinePolitik

Anak Cawagub Sultra Terjerat OTT, Pengamat: Konstelasi Politik Pilgub Berubah

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pasca tertangkapnya Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat, yang juga anak dari Calon Wakil Gubernur Sultra, Sjafei Kahar, oleh KPK melalui OTT. Konstelasi politik Pilgub Sultra dipastikan mengalami perubahan. Hal tersebut berdasarkan komentar dari pengamat politik.
“Konstelasi pasti berubah, apalagi Busel merupakan lumbung suara dari paslon nomor 3. Kantong suara di sana pasti berkurang, apalagi masyarakat sekarang sudah cerdas,” ujar Pengamat Politik Sultra Prof. Eka Suaib kepada Detiksultra via telepon pada Rabu malam (23/5/2018).
Menurut Guru besar Ilmu politik UHO ini, perubahan Konstelasi Pilgub Sultra akan sangat besar, apalagi Agus Feisal sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Busel yang memiliki keterkaitan langsung kepada pemilih dan juga merupakan publik figur.
Ia menilai, kubu yang akan mendapat keuntungan dari peristiwa ini adalah Paslon Cagub-Cawagub nomor urut satu Ali Mazi-Lukman Abunawas. Ditambah lagi sebelumnya, rival politiknya paslon nomor urut dua Asrun-Hugua juga dirundung kasus yang sama.
“Pasti pendukung beralih memilih pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas, karena selama ini memang AMAN cukup kuat jika dilihat dari survei yang ada, Ali Mazi bersih menjelang Pilgub ini,” katanya.
Dirinya sangat menyayangkan kasus OTT yang kembali terjadi di Sultra. Eka Suaib menyebut para pejabat publik tidak mengambil pelajaran dan pengalaman atas peristiwa yang sebelumnya mendera Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra (ADP).
Menanggapi hal itu, Koordinator pemenangan AMAN Sultra, Abidin Ramli mengungkapkan, pihaknya tidak terpengaruh terhadap pendapat pengamat tersebut.
“Dari semua variabel hasil survei memang seperti itu, tapi kami sesungguhnya tidak terlena, kami tetap melakukan konsolidasi dan memang kerja-kerja politik tetap jalan. Tapi, kami berdoa InsyaAllah AMAN jadi pemenang,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Menanggapi kasus OTT Bupati Busel ini, ia mewakili tim AMAN mengaku sangat prihatin, serta menghargai proses hukum yang berjalan dan mengedepankan praduga tak bersalah. Dirinya berharap selepas kasus ini, tidak ada lagi putra daerah yang terjerat kasus demikian.
Reporter: Fadli Aksar
Editor: Fizi

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button