EkobisMetro Kendari

Sudah Saatnya UMKM Mendapatkan Perhatian Pemerintah

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peranan besar terhadap pembangunan dan pengembangan ekonomi Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Itu dapat dilihat terhadap kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penyerapan kerja.
Berdasar hal itu, Ketua tim peneliti dari kerjasama Bank Indonesia dan Prima Kelola Institut Pertanian Bogor (ITB), Pramono D Fewidarto merekomendasikan UMKM pengembangan Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) Sultra supaya mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat.
“UMKM, khususnya KPJU perlu dikukuhkan melalui SK gubernur/bupati/walikota. Atau dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) atau rencana strategi rensestra Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, sehingga dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dan pihak-pihak terkait. Mereka juga menginginkan adanya pelatihan dan pendampingan dengan dukungan pendanaan yang sifatnya multi years kepada pelaku usaha, sehingga kemampuannya dapat dioptimalkan,” bebernya dalam acara diseminasi hasil penelitian KPJU UMKM tahun 2017 Provinsi Sulawesi Tenggara di aula Bank Indonesia (BI), Selasa (20/2/2018).
Pengembangan KPJU UMKM tingkat kabupaten/kota dan provinsi perlu dilaksanakan secara bersinergi dan berkesinambungan. Penelaahan faktor pendukung dan penghambat pengembangan didasarkan atas penilaian terhadap kriteria-kriteria yang digunakan dalam penetapan KPJU unggulan.
“Proses penetapan KPJU unggulan Provinsi Sulawesi Tenggara secara agregasi dari seluruh wilayah penelitian menunjukkan, kriteria ketersediaan pasar memiliki porsi atau skor bobot terbesar dibandingkan kriteri lainnya,” ungkapnya.
Faktor penghambat dan pendukung usaha di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah ketersediaan pasar. Kemudian sumbangan perekonomiam. Disusul secara berturut-turut, tenaga kerja terampil, ketersediaan sarana produksi usaha, ketersediaan dan kontunuitas bahan baku, penyerapan tenaga kerja, manajemen produksi, sosial budaya masyarakat, penerapan teknologi produksi, permodalan usaha serta harga/nilai tambah produk/usaha. Terakhir, aspek dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Reporter: Yusuf Maronta
Editor: Cuncun

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button