Muna

Dugaan Korupsi Embung Lohia Diadukan ke Kejaksaan Muna

PLAY

MUNA, DETIKSULTRA.COM- Proyek Embung di Desa Waara, Kecamatan Lohia yang menelan anggaran kurang lebih Rp6 milyar sama sekali tidak memiliki asas manfaat bagi warga sekitar.

Pasalnya, proyek yang melekat pada Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Direktorat Jenderal Pekerjaan Umum Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV SNVT Pembangunan Bendungan Sulawesi IV Kendari, sejak dibangun pada tahun 2019 hingga kini tidak dapat menampung air.

Merasa curiga ada yang tidak beres dengan proyek tersebut, sejumlah mahasiswa mengadukan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan embung tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Raha, (11/5/21).

Mereka menilai secara fisik pekerjaan embung tersebut tidak sesuai perncanaan bahkan sama sekali tidak memiliki asas manfaat.

“Kami sudah cek kondisinya banyak yang berlubang, jadi bagaimana mau menampung kalau begitu, yang ada malahan proyek yang sengaja dipaksakan, dan saat ini embung tersebut tidak memiliki asas manfaat,” terang salah satu perwakilan mahasiswa di Kantor Kejari Raha.

Lanjutnya, Atas dasar itu pihaknya mengadukan dugaan penyalahgunaan anggaran dalam pembangunan embung tersebut.

“Beranjak dari inilah yang menjadi acuan kami mendatangi kantor kejaksaan untuk berkonsultasi dan meminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Senada dengan pernyataan warga setempat La Ode Taripa, bahwa embung tersebut diduga ada kebocoran sehingga tidak dapar menmpung air.

“Kalau musim penghujan airnya naik sampai diatas, setelah satu hari habis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejari Muna, Agustinus Baka Tangdililing, melalui Kasi Intelejen, Arif Andiono mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dalam aduannya. Pihaknya bakal mempeljari terlebih dahulu menyoal pembangunan embung tersebut.

“Kami menerima setiap aduan yang masuk, tetapi karena ini masih informasi yang belum lengkap data-datanya jadi kami meminta mereka juga untuk membantu mengumpulkan sejumlah bukti-bukti. Setidaknya ada data pembanding untuk kami turun kelapangan,” katanya.

Diketahui, penyedia Jasa Konstruksi dilaksanakan oleh PT Multi Persada yang beralamat di Desa Banggai, Raha, Kabupaten Muna.

Reporter: Abd Rasyid S
Editor: Via

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button