Hadapi Kelangkaan BBM, Bupati Muna Barat Kunjungi Ditjen Migas
JAKARTA, DETIKSULTRA.COM – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja di kantor ESDM Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas (Migas) di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati La Ode Darwin diterima langsung oleh Ditjen Migas, La Ode Sulaeman. Kunker ini untuk mencari solusi dalam menyelesaikan kelangkaan pasokan BBM yang terjadi di wilayah Muna Barat sejak beberapa pekan terakhir.
Di hadapan pihak Ditjen Migas, La Ode Darwin melaporkan sejumlah fakta di lapangan, salah satunya terbatasnya stok BBM di SPBU hingga terdampaknya aktivitas masyarakat dan ekonomi daerah.
Ia meminta ada penambahan kuota serta perbaikan alur distribusi agar BBM dapat tersedia dan tersalurkan secara merata kepada masyarakat di Muna Barat.
“Kita berharap kepada Ditjen Migas agar ada penambahan kuota BBM di SPBU Muna Barat sehingga tersalurkan secara merata bagi warga,” ujarnya.
La Ode Darwin mengungkapkan beberapa langkah untuk mengatasi persoalan BBM di Muna Barat, yakni pembukaan SPBU baru di Kecamatan Kusambi, perlunya peningkatan status Pertashop di Kecamatan Barangka menjadi SPBU Kompak, serta pengaktifan kembali SPB Nelayan di Pajala. Pihaknya berharap agar hasil rapat segera ditindaklanjuti untuk meminimalisir kelangkaan BBM di Muna Barat seperti yang terjadi saat ini.
“Tentunya hal ini untuk memperluas akses masyarakat dan mendukung pemerataan distribusi, peningkatan pelayanan terhadap masyarakat baik wilayah dataran maupun kepulauan khususnya bagi para nelayan yang tinggal di pesisir untuk mendapatkan BBM,” jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna Barat, La Ode Mahajaya mengatakan, penyebab langkanya BBM di Muna Barat dikarenakan keterlambatan pasokan serta ditemukan juga disparitas harga akibat panjangnya rantai pasok, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan perbaikan tata kelola distribusi BBM di Muna Barat.
“Berdasarkan pemantauan kami di lapangan, persoalan yang dihadapi bukan hanya keterlambatan pasokan, tetapi juga mekanisme distribusi yang belum optimal, khususnya ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat layanan,” ungkapnya. (kjs)
Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan







