Konawe

Pentingnya Pengenalan Dunia Luar bagi Penyandang Disabilitas

Dengarkan

KONAWE, DETIKSULTRA.COM – Sebanyak 25 siswa atau penerima manfaat Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) Meohai Kendari mengikuti terapi psykososial di Pantai Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe.

“Kegiatan pengenalan ini bertujuan untuk mengajarkan cara beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan masyarakat,” ujar Kepala LRSPDSRW Meohai Kendari, Budi Sucahyono pada Detiksultra.com Sabtu (5/10/2019).

Melalui kegiatan ini dapat dilihat bagaimana respon mereka terhadap dunia luar. Jadi wawasan mereka bisa terbuka, karena bukan hanya lingkungan wisma yang mereka kenali.

“Seperti yang kita saksikan sendiri, siswa mengikutinya dengan begitu antusias. Adaptasinya sangat luar biasa. Walaupun sebagian dari mereka terbatas dalam pendengaran dan berbicara, tapi kami mencoba untuk membangun kepercayaan diri mereka dengan lingkungan luar,” tuturnya.

Dari pantauan Detiksultra.com yang turut setta dalam kegiatan tersebut, para penerima manfaat begitu antusias dalam mengikuti kegiatan yang diarahkan oleh panitia.

Ini adalah kali kedua para siswa binaan dibawa ke lapangan. Sebelumnya, mereka mengunjungi Pulau Bokori. Dan ternyata, siswa yang sudah mengikuti kegiatan ini sangat memberikan pengaruh baik.

“Proses terapinya itu selama enam bulan, mulai dari terapi fisik, spritual, serta vokasosial. Setelah itu mereka ditamatkan. Jadi bukan lagi bimbingan yang kami ajarkan, tapi lebih terfokus pada terapi,” paparnya.

Tambahnya, siswa yang sudah diterminasi pada tahap pertama, mereka rata-rata sudah bisa membuka usaha sendiri.

Siswa yang terdaftar di LRSPDSRW berasal dari daerah regioanal Sulawesi. Dimana, pendaftarannya dibuka pada Januari dan Juli melalui rekomendasi dari Dinas Sosial masing-masing daerah. Biaya dan kelengkapan setiap siswa ditanggung oleh pihak Loka.

Kegiatan yang dilakukan, berupa pembinaan dengan metode terapi dalam mengembangkan wawasan dan pengetahuan. Diajarkan bersosialisasi yang baik, menciptakan kreativitas dalam berwirausaha seperti salon, penjahitan, las, sablon dan lain sebagainya.

“Dengan kegiatan pembinaan ini, kami beraharap siswa bisa lebih mandiri serta dapat menjadikan mereka lebih baik dan mampu menunjukkan kapabilitas individu, keluarga dan masyarakat dalam menjalankan peran sosial di lingkungannya,” pungkasnya.

Reporter: Herni
Editor: Rani

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button