Buton

Kemenko Marves Kembali Berkunjung ke Buton

PLAY

BUTON, DETIKSULTRA.COM – Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) kembali berkunjung di Buton, Selasa, 24 November 2020.

Kunjungan itu guna memastikan kesiapan Aspal Alam Buton untuk dipakai di ruas-ruas jalan seluruh Indonesia. Bahkan untuk diekspor ke mancanegara.

Rombongan Kemenko Marves dipimpin langsung Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves, Yudi Prabangkara.

Asisten Deputi bersama Bupati Buton dan rombongan meninjau tambang Aspal di beberapa tempat di Kecamatan Lasalimu, utamanya di Lawele.

Bukan hanya itu, Asisten Deputi juga meninjau dan melihat secara langsung Pelabuhan Nambo serta pablrik aspal yang bakal mendukung rencana pemerintah pusat untuk menjadikan Aspal Buton sebagai bahan baku dalam pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia.

Bupati Buton, La Bakry, kepada awak media mengatakan kunjungan Kemenko Marves di Kabupaten Buton adalah tindaklanjut Rakor yang dilaksanakan secara virtual antara Kemenko Marves dan tujuh kementerian dan Lembaga termasuk ASPABI, Pemrov Sultra, dan Pemkab Buton.

“Menindaklanjuti pertemuan tersebut dan pertemuan lainnya, Kemenko Marves melakukan kunjungan lapangan guna memastikan ketersediaan bahan baku untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan di seluruh Indonesia. Sehingga nantinya kita mensubtitusi aspal minyak yang selama ini sebagian besar diimpor untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan di Indonesia,” kata Bupati Buton.

Ketua Partai Golkar Buton ini mengatakan, Buton sangat siap dengan pengelolaan aspal ini.

“Dari aspek kesiapan, kita sangat siap. Apalagi yang kita kedepankan adalah dimasa yang akan datang adalah penggunaaan CPMA. Jadi secara teknis, dalam pemenuhan kebutuhan Aspal untuk seluruh Indonesia, Buton sudah siap. Tinggal persoalan bahan baku untuk keluar dari Buton memerlukan pelabuhan yang memadai, sehingga jika dibutuhkan 3 hingga 4 juta ton pertahun itu memerlukan kapasitas pelabuhan yang memadai. Itulah yang kita harapkan dari pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah menyiapkan sarana pelabuhan. Pemkab Buton sudah menyiapkan lahan seluas 150 x 500 meter. Kita akan reklamasi karena dangkal. Untuk kedalaman, pelabuhan sudah sangat ideal untuk disandari kapal yang memuat aspal dalam kapasitas besar,” kata Bupati.

Dalam pengelolaan Pelabuhan bongkar muat aspal itu, Bupati berharap perusahaan daerah dapat mengambil peran di dalamnya, sehingga saat pengangkutan aspal besar-besaran secara nasional maupun ekspor, Pemkab Buton mendapat percikan tambahan PAD.

Sementara itu, Asisten Deputi Industri Pendukung Infrastruktur Kemenko Marves, Yudi Prabangkara, mengatakan Aspal Buton ini unik, hanya terdapat di Indonesia dan satu negara lainnya di dunia.

“Jadi ini bukan hanya kekayaan Indonesia tapi juga kekayaan dunia. Sehingga ini harus dimanfaatkan dengan baik. Selamai ini kita belum memanfaatkan keberadaan Aspal Buton ini untuk pembangunan infrastruktur jalan,” katanya.

Menurut Yudi, cadangan Aspal Buton sangat memadai, namun yang perlu dipersiapkan adalah infrastuktur pendukungnya supaya hasil tambang tersebut dapat diolah dan diangkut untuk didistribusikan ke seluruh wilayah yang memerlukan Aspal.

“Nah, aspek infrastruktur dasar inilah kita sedang amati dan cermati dimana titik lemahnya dan dimana kurangnya,” katanya.

Yudi bertekad pihaknya, akan menyuppor sepenuhnya karena tanpa infrastruktur, tambang yang ada di Pulau Buton tidak bisa disebar di wilayah-wilayah Indonesia lainya.

“Kita memerlukan satu infrastruktur berupa Pelabuhan yang memadai. Oleh karena itu kami akan pelajari dulu apa yang dibutuhkan baik itu dari sisi lahan dan tempat penampungan sebelum diangkut. Yang tak kalah pentingnya adalah sarana pengangkutannya. Itu juga harus disiapkan dan direncanakan dengan baik. Sekali lagi tanpa infrastruktur dasar, infrastruktur pendukung kita tidak bisa menjadikan kekayaan alam, Aspal Buton berada di daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Reporter: Lhia
Editor: Via

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button