Hukum

Selain Dilaporkan ke Polisi, Komika Raim Laode Bakal Diproses Secara Adat Suku Tolaki

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Aksi komika asal Wakatobi Raim Laode yang dinilai melecehkan dan menghina makanan khas Suku Tolaki saat membawakan materi stand up comedy berbuntut panjang.

Kini Raim Laode harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, Konsorsium Ormas Tolaki Mepokoaso melaporkan pelantun lagu “Sang Badut” ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra.

Perwakilan Konsorsium Ormas Tolaki Mepokoaso Jefri yang dihubungi media ini mengatakan, pihaknya sudah melaporkan Raim Laode atas dugaan pelecehan dan penghinaan suku.

“Kemarin pukul 14.00 Wita kami resmi laporkan saudara Raim Laode ke Ditreskrimsus,” kata dia, Kamis (6/10/2022).

Jefri menjelaskan, sebelum ada pelaporan dari Konsorsium Ormas Tolaki Mepokoaso, pihak Ditreskrimsus Polda Sultra sudah lebih dulu melakukan penyelidikan atas perkara yang ditimpa komika jebolan SUCA 2 Indosiar ini.

“Kemarin itu saudara Raim Laode datang di Polda untuk memberikan keterangan. Karena sebelum ada laporan kami, pihak Polda sudah lebih dulu mengeluarkan surat penyelidikan,” katanya.

Lebih lanjut Jefri mengatakan, sembari berjalan proses hukum, Raim Laode juga akan diproses secara hukum adat Suku Tolaki melalui Lembaga Adat Tolaki (LAT).

Menurut dia, saat ini lembaga adat sedang dalam tahap mempersiapkan kebutuhan guna menjalankan adat atau mombesara (dalam bahasa Tolaki).

“Laporan sudah masuk di Polda. Proses hukum tetap berlanjut selama belum ada berita acara penyelesaian adat. Kalau sudah ada berita acara penyelesaian adat maka secara otomatis laporan kami pasti di SP3 dengan mengacu pada Restoratif Justice,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, video komika Raim La Ode tiba-tiba viral di media sosial (medsos). Bukan karena materi Stand Up Comedy yang dibawakan Raim La Ode menarik untuk ditonton, melainkan ada unsur pelecehan makanan khas Suku Tolaki yakni sinonggi.

Dalam video berdurasi 1 menit itu, Raim La Ode awalnya menyinggung kalau masyarakat Kota Kendari rata-rata lembek alias penakut ketika gertak. Beda misalkan masyarakat kepulauan, meski digertak, mereka tidak akan mundur bahkan akan melakukan perlawanan.

Komika jebolan SUCA 2 Indoesiar ini melanjutkan lawakkanya dihadapan penonton dengan menyebut, bahwa mengapa warga Kendari lembek karena yang dikonsumi juga lembek (Sinonggi).

Sambil memperagakan saat menyantap Sinonggi, Raim mengatakan lagi bahwa capek menggulung sambil melontarkan kalimat “Bodoh”. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button