Politik

PAN Sultra Keok di Pileg DPR RI, Hugua Terancam Digeser Mantan Bupati Kolaka

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam tak memperoleh kursi di Pileg DPR RI periode 2024-2029, menyusul hitung cepat atau quick count yang dirilis The Haluoleo Institut (THI), Kamis (15/02/2024) kemarin.

Dari perolehan suara sementara 77,15 persen, THI mencatatkan enam partai politik (Parpol) yang memiliki grafik suara terbanyak. Sementara PAN bertengger di posisi kursi ke tujuh.

Disesuaikan dengan urutan perolehan suara untuk mengisi enam kursi di DPR RI, mereka Partai NasDem 14,57 persen, Partai Gerindra 14,48 persen, PDIP 12,84 persen, Partai Demokrat 11,0 persen, PKB 10,98 persen, dan Partai Golkar.

Disusul PAN 7,89 persen, PPP 7,60 persen, PKS 4,41 persen, Partai Gelora 1,40 persen, PBB 1,38 persen, Partai Hanura 1,18 persen, PKN 0,48 persen, PSI 0,46 persen, Partai Buruh 0,44 persen, Partai Perindo 0,34 persen, Partai Garuda 0,29 persen, dan Partai Umat 0,15 persen.

Kemudian calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Sultra yang berkontribusi menyumbang suara terbanyak di partai masing-masing, yakni dari Jaelani 77,67 persen (PKB), disusul Ridwan Bae 57,68 (Golkar).

Kemudian posisi ketiga, Rusda Mahmud 40,06 persen (Demokrat), Ahmad Safei 38,82 persen (PDIP), Bahtra Banong 36,37 persen (Gerindra), dan Tina Nur Alam 34,34 persen (Nasdem).

“Ini sifatnya prediksi berdasarkan hasil quick count,” kata Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito.

Menurutnya, PAN yang kemungkinan besar digeser partai lain pada perebutan kursi di DPR RI, berimbas ketidakikutan Fahri Pahlevi Konggoasa (Petahana anggota Fraksi PAN DPR RI periode 2019-2024) pada pemilu kali ini.

Dimana, Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Saleh yang diharapkan bisa mendulang suara demi mempertahankan satu kursi untuk PAN di DPR RI, dinilai tidak mampu menandingi hegemoni Fahri Pahlevi di pemilu sebelumnya, dengan perolehan suara 130 ribu. Naslim menyebut, di pemilu kali ini PAN kekurangan energi atau figur kuat untuk kembali mendongkrak suaranya untuk mengamankan satu kursi.

“Tidak ada figur (PAN) sekuat Fahri yang menggantikan, walaupun disana ada ketua DPRD, tapi dengan kontribusi suara 130 ribu, sulit untuk mencari lawan tanding,” katanya.

Sementara, untuk PDIP diklaim masih aman untuk menempatkan satu calegnya di DPR RI. Hanya saja, THI memprediksi ada pergeseran posisi kursi sesama kompetitor caleg di PDIP.

Dimana, berdasarkan hitung cepat, Hugua (petahana) kuat kemungkinan digantikan posisinya oleh mantan Bupati Kolaka dua periode, Ahmad Safei.

Alasannya, dari survei sebelumnya, Ahmad Safei memiliki nilai kepuasan publik di atas 70 persen. Ditambah dengan konsolidasi yang dilakukan dimomen jelang pemungutan suara Pileg 2024 di sejumlah kabupaten, cukup berdampak pada hasil raihan suara Ahmad Safei.

“Mungkin salah satu sebab, yang membuat suara Ahmad Safei begitu signifikan di DPR RI,” tukasnya. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button