Politik

Elektabilitas Surunuddin – Rasyid Melambung Tinggi, THI: Petahana Sulit Terkalahkan

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – The Haluoleo Institute (THI) mengatakan elektabilitas pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Surunuddin Dangga – Rasyid tertinggi di Pilkada Konawe Selatan (Konsel) 2020.

Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito Alimin menyebutkan bahwa menjelang Pilkada tanggal 9 Desember 2020, elektabilitas Paslon nomor urut dua (2) ini masih yang tertinggi dari dua penantangnya yakni 61.1 persen.

Sementara Paslon nomor urut tiga (3) Muhamad Endang SA – Wahyu Ade Pratama Imran berada di angka 14.8 persen, lalu Paslon nomor urut satu (1) Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae hanya berada di angka 13.2 persen.

Perbedaan selisih angka elektabilitas Paslon Surunuddin – Dangga dengan Muhamad Endang SA – Wahyu Ade Pratama Imran sangat jauh yakni 46.3 persen.

Sedangkan selisih terhadap Paslon Surunuddin – Rasyid ke Paslon Rusmin Abdul Gani – Senawan Silondae perbedaanya sangat signifikan yaitu 47.9 persen.

“Ini menunjukan elektabilitas Surunuddin – Rasyid lebih mendominasi dari dua paslon lainnya. Menanggalkan swing voters atau yang belum menentukan sikap cukup kecil untuk diperebutkan yaitu 10.9 persen,” ujar dia dalam rilis hasil survei THI di Kendari, Selasa (1/12/2020).

Dari sisi kekuatan pendukung, Surunuddin – Rasyid masih yang tertinggi yakni 50.5 persen, Endang – Wahyu 10.7 persen, dan Rusmin – Senawan 8.9 persen, dan yang belum memutuskan atau masih ragu sebesar 29.9 persen.

Ia menuturkan elektabilitas dan kekuatan pendukung Paslon berakronim SUARA 2020 ini karena tidak terlepas dari keberhasilan Surunuddin menjalankan tugasnya sebagai bupati di periode 2016-2021.

Pasalnya sebagian besar masyarakat Konsel menyatakan puas atas kinerja incumbent dengan rata – rata 59.8 persen cukup puas, 6.1 persen sangat puas, 29.5 persen kurang puas, 2.0 persen tidak puas sama sekali, dan 2.6 persen tidak tahu.

“Sama halnya dengan keberhasilan Pemda di bawah kepemimpinan Surunuddin yaitu 5.2 persen masyarakat Konsel menyatakan sangat berhasil, 59.3 persen cukup berhasil, 31.4 persen kurang berhasil, 0.7 persen tidak berhasil sama sekali, dan tidak tahu 3.4 persen,” ungkapnya.

Fenomena lainnya yang ditemukan dilapangan oleh THI perihal kualitas infrastrukur saat ini, yakni infrastrukur sangat baik 4.8 persen, cukup baik 53,6 persen, buruk 38.2 persen, sangat buruk 2.7 persen, dan tidak tahu 0.7 persen.

Penyelenggaran pendidikan di era Surunuddin dinilai masyarakat berhasil. Frekuensi angkanya berada dalam tataran sangat baik 4.8 persen, baik 83.0 persen, buruk 10.7 persen, sangat buruk 0.5 persen, dan tidak tahu 1.0 persen.

Sama halnya dalam penyelenggaran kesehatan, sangat baik 3.6 persen, baik 89.1 persen, buruk 5.5 persen, sangat buruk 0.0 persen, dan tidak tahu 1.8 persen.

“Tingkat kebehasilan Surunuddin juga diperlihatkan dalam penanganan COVID-19. Masyarakat yang menyatakan sangat puas 7.5 persen, cukup puas 76.4 persen, kurang puas 13 persen, tidak puas sama sekali 1.1 persen, dan tidak tahu 2 persen,” jelasnya.

“Kami juga melakukan survei terhadap calon yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Disini Surunuddin – Rasyid masih berada di puncak dengan angka 53.4 persen, Endang – Wahyu 14.3 persen, dan Rusmin – Senawan 13.9 persen,” tambah Naslim Sarlito.

Berdasarkan variabel diatas, Naslim Sarlito Alimin memprediksi Paslon petahana ini dapat kembali memenangkan Pilkada 2020. Sebab, masyarakat yang masih menginginkan petahana, 64.1 persen, tidak menginginkan 27.5 persen dan tidak tahu 8.4 persen.

“Petahana sangat sulit untuk terkalahkan. Karena berkaca dari Pilkada 2015 lalu Surunuddin lebih siap dari yang lainnya, elektoral yang sangat bagus, kinerja di Pemda juga bagus, dan secara individu nilai mereka masih diatas 50 persen dari penantangnya,” tegas dia.

Dia menambahkan, hasil survei ini dilakukan pada tanggal 23 – 27 November 2020, dengan jumlah responden 440.

Metode sampling menggunakan multi stage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner. Margin of Errors 4.8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Alasan mengapa hanya 440 responden, karena kami baru pertama kali melakukan survei di Konsel. Meski demikian hasilnya tidak beda jauh dengan hasil survei lembaga lain yang mengambil sampel responden 1000 orang,” tukasnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button