Pendidikan

SMP di Kota Kendari UAS Tatap Muka dengan Patuh Prokes Covid-19

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Kendari melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) sejak 5 hingga 9 April 2021.

UAS dilaksanakan dengan sistem tatap muka atau luring terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan.

SMP Negeri 9 dan SMP Negeri 10, terpantau melaksanakan UAS dengan ketat Prokes Covid-19.

Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan, mengatakan dalam pelaksanaan ujian telah menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam protokol kesehatan mulai dari pengukuran suhu tubuh, hand sanitizer, menggunakan masker, cuci tangan, Kipas angin ber uap, pengaturan jarak meja kursi.

Peserta ujian SMP 9 Kendari terdapat 373 siswa.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan kepada para guru untuk menjaga ketat pengawasan dalam ruangan bahkan luar ruangan setelah siswa melakukan ujian sekolah.

“Jadi setelah ujian kami menugaskan pada guru-guru untuk menjaga di depan pintu gerbang agar siswa tidak berkumpul diluar serta kami juga sudah sampaikan kepada orang tua siswa untuk penjemputan anak-anaknya mulai pukul 11.00 Wita,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021).

Sementara, Kepala SMP Negeri 10 Kendari, Waode Nurhafiah, mengungkapkan, proses pelaksanaan ujian sekolah di masa pandemi Covid-19 berbeda dengan tatap tahun sebelumnya, karena kali ini ujian dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Dikarenakan kita melaksanakan ujian disituasi pandemi, jadi protokol kesehatan yang harus kita persiapkan mulai dari depan pintu gerbang sekolah dijaga dengan tim covid sekolah dan juga kita telah menyediakan alat pengukur suhu, bahkan sebelum masuk siswa terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan handsanitizer dan menggunakan masker,” ujarnya.

Untuk mengurangi Kerumunan, pihaknya membagi ruangan dengan 12 kelas yang mana sebelumnya ada 6 ruangan, sehingga dalam satu ruangan jumlah siswa terdapat 14 bahkan 15 siswa.

Selain itu juga, untuk siswa setelah mengikuti ujian sekolah, pihaknya menggunakan metode sesuai bilik ruangan kelas para siswa.

“berakhirnya itu jam 11, jadi untuk pulangnya diumumkan berdasarkan biliknya. misalkan bilik satu yang keluar, kemudian menjelang 15 menit kemudian, baru bilik berikutnya sampai bilik ke 12. Jadi ini dilakukan untuk mengurai kerumunan,” pungkasnya.

Reporter: Sesra
Editor: Via

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button