Olahraga

Kontingen Pesparawi Sultra Raih Medali Emas Kategori Solo

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kontingen Provinsi Sulawesi Tenggara berhasil meraih medali emas untuk kategori solo usia 7-9 tahun. Prestasi ini diraih dalam perhelatan akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII Tahun 2022 di Yogyakarta.

Gubernur Sultra, Ali Mazi, yang diwakili oleh Pj Sekda Pemprov Sultra, Asrun Lio, turut menghadiri acara penutupan Pesparawi Nasional XIII Tahun 2022, yang berlangsung di Yogjakarta Expo Center (JEC), Senin (27/6/2022). Asrun Lio mengatakan, capaian tersebut patut mendapatkan apresiasi. Sebab kontingen asal Sultra, mampu menjadi terbaik se-Indonesia dalam ajang tersebut.

“Prestasi ini tentu akan menjadi motivasi bagi Provinsi Sultra, untuk tampil lebih baik lagi pada Pesparawi Nasional berikutnya. Tentunya melalui persiapan-persiapan yang matang dan sejak jauh hari. Mengingat peserta-peserta dari daerah lain pun sangat kompetitif,” ucap lulusan S3 The Australian National University Canberra ini.

Ia melanjutkan, dalam ajang tersebut terdapat 12 kategori lomba yang dipertandingkan, yakni solo anak 7-9 tahun, solo anak 10-13 tahun, paduan suara anak 7-13 tahun, solo remaja putri, solo remaja putra, vocal group remaja, paduan suara remaja, paduan suara dewasa wanita, paduan suara dewasa pria, paduan suara dewasa campuran, Musik Pop Gerejawi (MPG) dan Musik Gerejawi Nusantara (MGN).

“Terlepas dari keberhasilan dalam peraihan prestasi ini, ada makna yang ingin disampaikan. Bahwa Pesparawi ini merupakan salah satu kegiatan kerohanian yang tetap memperhatikan, menghargai, dan mendorong pengembangan seni budaya bernafaskan keagamaan di Indonesia. Berbicara plurarisme maka Pesparawi bisa disebut juga sebagai pesta lintas agama,” imbuhnya.

Mantan Kepala Sekretariat Rektor UHO ini melanjutkan, seperti yang disampaikan Menteri Agama RI, bahwa tergelarnya kegiatan Pesparawi Nasional XIII di Indonesia. Dimana mayoritas penduduknya adalah muslim, menunjukkan masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang rukun, damai, menjunjung tinggi toleransi, tenggang rasa yang tinggi dan nilai-nilai luhur kearifan masyarakat. (bds)

 

Reporter: Betyrudin
Editor: Wulan Subagiantoro

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button