Metro Kendari

Polisi Masih Dalami Kasus Prostitusi Online 11 Remaja di Kendari

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Polsek Baruga masih mendalami dugaan keterlibatan seorang mucikari dalam kasus prostitusi online di salah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kasus ini juga melibatkan 11 perempuan muda yang masih berusia belasan tahun.

Menurut keterangan polisi, pemilik hotel berinisial AR (40) diduga pernah menawarkan TE (17) untuk melayani seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Cina.

Penyidik Pembantu, Aipda Awaluddin membeberkan, saat ini pemilik hotel berinisial AR dan TE masih dalam proses pendalaman dan belum dapat dijerat menjadi tersangka. Untuk itu, kepolisian masih mencari WNA asal Cina untuk melengkapi pernyataan TE.

“Menentukan apakah bisa ditingkatkan statusnya dari penyidikan ke penyelidikan, karena ada kendala pada saat ditemukan di hotel itu tidak ada laki-laki yang booking. Untuk menuntukan siapa tersangkanya kami perlu pendalaman dan itu sedang diselidiki, sedangkan standar penyidikan untuk menentukan tersangka itu minimal dua bukti,” terang Aipda Awaluddin saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/4/2021).

Lanjut Awaluddin, saat melakukan pengembangan terhadap AR dan TE, terdapat keterangan yang berbeda. Menurut pengakuan TE, dirinya sudah tiga kali melayani WNA asal Cina atas tawaran AR dengan dihargai Rp500 ribu sekali kencan, sementara pengakuan dari AR berbeda.

“Saat ini belum ditemukan dengan adanya kerja sama antara pihak hotel dengan 11 remaja tersebut. Makanya itu masih dalam kroscek dari keterangan TE dengan pemilik hotel, belum ada tersangka, penyedikan masih terus didalami,” jelasnya.

Ia mengaku, 11 remaja tersebut telah dikembalikan kepada keluarganya dengan membuat surat pernyataan dan menjalani wajib lapor. Dari 11 remaja ini berasal dari Kota Kendari, Kolaka, Raha, dan Konawe Kepulauan yang berinisial TJ (19), WD (18), WA (21), EF (20), HN (20), NW (20), AA (17), DO (17), AP (18), EL (17), dan TE (17).

“Prosesnya saat ini sudah wajib lapor ke Polsek, kemarin waktu keluarnya dijemput orang tuanya, dan telah dikembalikan kepada orang tuanya karena sudah ada juga asesmen dari pihak dinas sosial,” ucapnya.

Sementara itu pemilik hotel, AR mengatakan apa ditudingkan kepada dirinya sebagai mucikari sangat tidak betul, terutama pada saat TKA asal Cina mencari seorang wanita untuk di-booking out.

“Sebagai pemilik hotel saya tidak pernah memfasilitasi apalagi mau mencarikan pelanggan buat mereka,” ucapnya, Selasa, 13 April 2021.

Terutama pada saat dua remaja yang berinisial TE dan AA memberikan keterangan kepada penyidik pembantu bahwa dirinya terlibat dalam prostitusi.

“TKA Cina itu datang kebetulan TE berada di lobi yang sementara duduk. Mereka sempat berkomunikasi pada saat itu pake google translate. Setelah mereka turun posisi saya memang sedang berada di lobi. Lalu mereka melakukan transaksi dan kemudian pergi,” tuturnya.

Saat dihubungi, Supervisor Sakti Peksos, Yuyun Yulia menjelaskan, 11 remaja tersebut sudah dibawa pulang ke rumah keluarganya untuk yang berada di wilayah Kota Kendari.

“Kami sudah mengantar pulang ke rumah keluarganya, cuman ada anak yang tidak diambil oleh keluarganya, karena jarak orang tuanya cukup jauh,” ucapnya melalui telepon seluler.

Katanya pada saat mendampingi 11 remaja tersebut, dirinya memastikan pengecekan terhadap kesebelas remaja tersebut mulai dari KTP dan kartu keluarga-nya.

“Melakukan pengecekan data-data kalau memeng betul di bawah umur. Dan memang ada sebagian yang di bawah umur,” katanya.

Pada saat melakukan pendampingan, Yuyun sempat menanyakan kepada 11 remaja tersebut apakah ada unsur paksaan oleh orang lain. Karena memang di dalam kamar hotel itu sudah ada yang lebih dari dua minggu menginap.

“Saya sempat tanya, apakah mereka dipaksa atau tidak, ternyata memang tidak, mereka lakukan dengan kemauan mereka. Terus ada juga yang memang karena terpaksa,” tutupnya.

Reporter: Erik Lerihardika
Editor: J. Saki

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button