Metro Kendari

PLN NP UPDK Kendari Gelar Aksi Pesisir Bersih di Pantai Wawobungi

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – PLN Nusantara Power (NP) UPDK Kendari menggelar aksi pesisir bersih di pesisir Pantai Wawobungi, Desa Wawobungi, Kabupaten Konawe.

Hal ini merupakan bentuk perhatian PLN NP UPDK Kendari kepada lingkungan sekitaran unit-unit pembangkit yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pada kesempatan kegiatan kali ini, PLN berkolaborasi bersama PLTU Nii Tanasa, Yayasan Anak Pantai, Naturevolution Indonesia, Bank Sampah UHO, Bank Sampah IAIN, Bank Sampah UMK, serta beberapa organisasi lainnya.

Hal tersebut dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia dengan mengangkat tema “Aksi Pesisir Bersih”, dengan aksi kolaborasi generasi muda untuk lingkungan yang baik dan bersih.

Manager PLN NP UPDK Kendari Muhammad Rusli Sain mengatakan, PLN bersama stakeholder lainnya melaksanakan gotong royong pembersihan sampah di Pantai Wawobungi.

“Kami memilih Desa Wawobungi karena desa ini berada di pemukiman yang padat penduduk dan memiliki pantai yang digunakan oleh nelayan untuk beraktivitas,” tuturnya, Sabtu (17/6/2023).

Lebih lanjut, pesisir tersebut tentunya sangat terdampak oleh sampah plastik dari masyarakat maupun dari industri. Untuk itu perlunya aksi nyata dalam membersihkan sampah.

Dalam kegiatan ini juga diadakan edukasi pemilahan sampah dan pemasangan baliho ajakan untuk tidak membuang sampah di laut.

Olehnya itu aksi ini bukan sekedar membersihkan kawasan pesisir semata, tetapi yang terpenting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat dan generasi masa depan untuk tetap menjaga laut dan kawasan pesisir dari sampah.

“Aksi ini melibatkan organisasi bank sampah untuk menjadi solusi sampah plastik agar terkelola dengan baik. Bank sampah ini nantinya akan kerja sama dengan masyarakat untuk mengelola sampah plastik yang ada,” terang Rusli.

Kata dia, dengan pelibatan kelompok masyarakat dan bank sampah, dinilai akan mempercepat proses penanganan persoalan sampah plastik yang ada saat ini.

Rusli berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi ajang edukasi kepada masyarakat sekitar yang bermukim di daerah pesisir untuk tetap menjaga lingkungan.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Konawe, Ulfiah memberikan apresiasi kepada PLN UPDK Kendari yang telah mengadakan aksi membersihkan sampah di kawasan pesisir.

“Kegiatan ini memang perlu dilakukan untuk mengedukasi masyarakat terkait sampah itu sendiri, dan bagusnya semua sektor turut berpartisipasi karena ini peran semua pihak,” kata Ulfiah.

Katanya dalam mendukung kegiatan semacam ini dalam peduli lingkungan, maka perlunya peraturan yang mengatur hal tersebut, agar kebersihan pesisir tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Tim Konservasi Kima, Habib Nadjar Buduha memberikan kegiatan semacam ini sangat penting untuk dilakukan karena menjadi bagian dari edukasi ke masyarakat, hal ini karena sampah berasal dari pemukiman sekitar.

“Edukasi tentang kebersihan sampah khususnya di kawasan pesisir ini sangat penting, karena jika tidak tahap selanjutnya akan sulit,” tuturnya.

Waste Management Leader of Naturevolution, Purnomo Setiawan mengatakan aksi pesisir bersih ini merupakan pilot project di Kecamatan Lalonggasumeeto dengan total 11 desa dan yang tercover baru 6 desa.

“Sampah yang tercover per bulannya secara total baru rata-rata sekitar 7 ton di kecamatan tersebut, untuk itu kami tingkatkan dari sisi edukasinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Wawobungi bersama Yayasan Anak Pantai Sejahtera, Giant Clam Consevation Toli Toli Labengki, Bank Sampah Naturevolution Indonesia.

Kemudian Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Lalonggasumeeto (HIPPMALA) dan Komunitas Pecinta Alam dari berbagai kampus di Sultra.

Adapun stakeholder yang hadir dalam kegiatan ini yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup Konawe, Anggota DPRD Konawe dan pemerintahan setempat serta tokoh masyarakat. (kjs)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button