Metro Kendari

Penuh Dinamika, OC Minta Panitia Pengarah Musprov KADIN Sultra Harus Konsisten

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Berbagai macam dinamika turut mewarnai jelang pelaksanaan musyawarah wilayah (Muswil) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar 11-12 Januari 2021 mendatang.

Pasalnya, dalam pengumuman sebelumnya, Steering committee (SC) menetapkan dua kandidat tetap dari empat calon yang mengambil formulir pendaftaran. Mereka adalah Anton Timbang dan La Mandi.

Dari dua calon yang ditetapkan, pihak lain mempersoalkan atas lolosnya La Mandi yang dinggap tidak memenuhi unsur persyaratan, namun dipaksakan lolos oleh panitia.

Dimana persyaratan mutlak yang tidak dipenuhi yakni penyerahan dana kontrubusi sebanyak Rp500 juta, yang harusnya batas penyetorannya itu di tanggal 4 Januari 2020.

Tapi faktanya, La Mandi baru menyerahkan dana kontribusi itu, sehari setelah pendaftaran Caketum ditutup oleh SC Musprov KADIN Sultra. Belum kelar masalah tersebut, persoalan lain muncul, yang kemudian jadi sorotan berbagai pihak.

Bagaimana tidak, Kadin Sultra memutuskan tiga daerah, Bombana, Koltim dan Mubar, ditunjuk sebagai daerah karateker, bukan kepersertaan penuh.

Padahal sebelumnya SC telah menetapkan tiga daerah tersebut sebagai peserta penuh pada perhelatan Musprov tersebut.

Atas persoalan itu, Sekretaris Organizing Committee (OC) Muhammad Syawal Rigay meminta SC agar konsisten dengan aturan dan kesepakatan awal yang telah dibuat sebelumnya.

“Kami sebagai panitia pelaksana, melihat dalam tahapan yang lalu itu kita telah melakukan berbagai persiapan sampai pada tahan penerimaan calon ketua.
Saya berpendapat, jalankanlah aturan yang telah disepakati, yang SC telah tetapkan 11 kabupaten definitif dan 6 yang masih karetaker,” pintah dia, Rabu (6/1/2021).

Menurutnya, keputusan tersebut harus benar-benar dijalankan oleh pihak panitia pengarah atau SC sebagai bentuk konsistensinya.

“Yang harus SC betul-betul melihat karena mereka telah membuat keputusan dan sudah dipublikasi di media massa. Kalaupun ada perubahan, hal itu harus dijelaskan juga, kami panitia juga harus rapat,” katanya.

Rigay menambahakan, memang hal itu tidak ada keterkaitannya dengan panitia pelaksana, tetapi kedepan untuk kepesertaan pasti akan berhubungan dengan panitia pelaksana, entah penyiapan sarana maupun prasarananya.

“Mudah-mudahan konsisten kita satu bahasa dengan teman-teman yang lain,” tutupnya.

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button