Metro Kendari

Pangan Murah Pemkot Kendari, Harga Telur Mulai Rp48 Ribu

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sebagai upaya mengantisipasi fluktuasi pangan khususnya jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan Kendari menggelar pangan murah. Kegiatan ini dilakukan selama lima hari yakni dari tanggal 20 hingga 24 Mei 2026 di Pelataran Kantor Wali Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran yang ditemui di area pangan murah mengatakan, Pemerintah Kota Kendari terus memastikan kondisi harga pangan terkendali melalui pangan murah jelang Idul Adha 1447 Hijriah.

“Dari yang terjadwal itu 20-24 Mei 2026 namun melihat antusias masyarakat kita akan perpanjang hingga 25 Mei 2026,” jelasnya.

Meski tidak dapat dipungkiri, jelang Hari Raya Idul Adha, harga beberapa komoditas seperti bawang merah dan telur mengalami kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Dimana bawang merah naik Rp1.000 dan telur naik Rp700.

“Diharapkan gerakan ini mampu, meringankan beban masyarakat kita di Kota Kendari, karena lebih murah dibanding di pasaran, sehingga diharapkan stok kita tetap stabil, harga terjangkau, tidak ada manipulasi harga dan daya beli masyarakat meningkat. Terpenting inflasi terjaga,” harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf, mengungkapkan, selain untuk mengendalikan harga, kegiatan ini juga dilakukan sebagai upaya pemenuhan sembako masyarakat, terlebih Kendari yang baru saja dilanda banjir.

“Kita ingin kebutuhan masyarakat akan pangan baik pasca bencana maupun dalam menyambut hari besar keagamaan yakni Hari Raya Idul Adha mudah didapatkan dan terjangkau,” jelasnya.

Untuk harga, tentu pihaknya memberikan harga di bawah pasar seperti telur mulai Rp48 ribu dan bawang merah Rp45 ribu, serta beras Rp58 ribu.

Sementara beras, Dinas Ketapang menyediakan 2,5 ton per hari. Pada pasar pangan ini juga pihaknya menggandeng 25 distributor, dan 20 olahan pangan UMKM.

“Kita sudah koordinasi dengan Bulog terkait minyak goreng, namun mereka menyebut ketersediaan minyak goreng tidak ada digudang, sedang dalam mobilisasi,” terangnya. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.