Metro Kendari

Minyak Goreng Langka, Pemerintah Pastikan Distribusi Dipercepat hingga ke Tingkat Pengecer

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COMKelangkaan minyak goreng di sejumlah pasar di Kota Kendari mulai dirasakan masyarakat. Kondisi ini terjadi akibat pasokan nasional yang berkurang, ditambah tingginya distribusi bantuan pasca banjir.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, sebelumnya Kota Kendari sempat menerima bantuan pangan dari Bulog melalui Badan Pangan Nasional usai bencana banjir. Akibatnya, stok minyak goreng yang tersedia habis terserap di masyarakat. Namun ia memastikan saat ini pasokan minyak goreng sedang dalam proses mobilisasi menuju Kendari.

“Karena Kendari sempat dilanda banjir, Bulog melalui Badan Pangan Nasional memberikan bantuan. Jadi stok yang ada langsung habis. Tapi dalam waktu dekat ini sudah tersedia kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Kendari, Syarifuddin, meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait pembatasan pembelian minyak goreng.

Ia menegaskan, tidak ada kebijakan pembatasan pembelian minyak goreng. Kelangkaan yang terjadi murni disebabkan minimnya pasokan di tingkat nasional.

“Tidak ada pembatasan pembelian minyak goreng. Hanya memang sekarang di pasaran lagi langka,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Perdagangan, pemerintah pusat saat ini tengah berupaya mempercepat distribusi minyak goreng, khususnya merek Minyakita secara berkelanjutan, terutama untuk wilayah Indonesia Tengah dan timur yang mengalami kekurangan pasokan.

Distribusi tersebut akan melibatkan Bulog dan ID Food sebagai produsen utama untuk segera memasok minyak goreng ke pasar-pasar rakyat. Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan produsen, jaringan distribusi, hingga BUMN, agar tidak menahan stok barang dan segera menyalurkannya ke masyarakat.

Tak hanya itu, Asosiasi Pedagang Pasar juga akan dilibatkan guna memastikan distribusi minyak goreng benar-benar sampai ke pedagang dan pengecer rakyat.

“Beberapa daerah yang pasokannya masih kurang akan dibantu melalui kolaborasi Bulog dan ID Food agar Minyakita segera tersedia di pasaran,” tambahnya.

Syarifuddin menambahkan, dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah daerah di Indonesia Tengah dan timur menjadi perhatian pemerintah karena belum stabilnya harga dan pasokan minyak goreng.

“Semoga kondisi ini segera terkendali. Dari Sekjen Kemendagri juga akan dilakukan evaluasi terhadap daerah-daerah yang harga dan pasokannya belum stabil,” pungkasnya. (cds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.