Metro Kendari

Loka Minaula: Pencairan Program Atensi Langsung ke Rekening Penerima Manfaat

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Loka Minaula Kendari sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) RI dibawah Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia melakukan sosialisasi terkait perubahan-perubahan program Atensi tahun 2021.

Sosialisasi ini dilakukan secara daring dengan dihadiri oleh seluruh Dinas Sosial (dinsos) provinsi, dinsos kabupaten/kota dan lembaga kesejateraan lansia sosial lanjut usia (LKS-LU) di empat provinsi yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Turut hadir juga PIC dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia di masing-masing provinsi dan pemdamping rehabilitasi sosial lanjut usia.

Kepala Loka Minaula Kendari, Syamsuddin mengatakan program Atensi ini merupakan salah satu dari program bantuan pemerintah yang dilaksanakan oleh Loka Minaula Kendari dengan melibatkan pihak-pihak terkait terutama dinsos dan LKS-LU.

Dihadapan para pejabat di empat provinsi itu, Syamsuddin menyampaikan resosialisasi terkait perubahan penyaluran bantuan Atensi yang semula melalui rekening LKS-LU menjadi langsung ke rekening penerima manfaat (lansia).

Syamsuddin menjelaskan, beberapa perubahan tersebut berdasarkan hasil pertimbangan dari Kemensos demi kelancaran tujuan program Atensi yang akan dicapai.

Kemensos dalam hal ini sudah bekerja sama dengan pihak bank untuk memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembuatan rekening dan pencairan dana tersebut.

Sebab, diketahui bahwa tujuan program Atensi ini bagi lansia dimana tidak dipungkiri bahwa kebanyakan lansia sudah mengalami penurunan baik fisik maupun demensi.

Sehingga Kepala Loka Minaula Kendari juga menyampaikan bahwa LKS-LU untuk segera melakukan asesmen dan penyusunan RAB dan dikirimkan kepada Loka Minaula Kendari untuk segera diverifikasi dan validasi.

“Harapannya diakhir bulan Juli 2021 Loka Minaula bisa mencairkan bantuan Atensi tahap pertama,” ujar dia dalam rilis yang diterima Detiksultra.com, Sabtu (24/7/2021).

Tak hanya itu, Syamsuddin meminta agar LKS-LU untuk senantiasa mendampingi para penerima manfaat, baik mulai proses penarikan dana sampai proses belanja.

Sehingga penggunaan bantuan yang diterima oleh lansia sesuai dengan hasil asesmen. Dimana hasil asesmen tersebut mencakup jenis-jenis kebutuhan lansia, jika kebutuhan lansia terpenuhi maka tujuan dari program Atensi ini dapat sesuai dengan harapan.

“Kami juga akan menyusun surat pengantar bagi LKS-LU untuk dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sehingga segala tindakan dapat dipertanggungjawabkan,” terang Syamsuddin.

Selain mensosialisasikan Program Atensi, Loka Minaula Kendari juga membuka sesi diskusi untuk menerima masukan terkait perubahan sehingga dapat meminimalisir hambatan-hambatan yang akan terjadi dalam lapangan.

Dalam sesi diskusi, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Provinsi Maluku, menyampaikan bahwa wilayahnya adalah daerah kepulauan.

Dimana dalam mobilitas masyarakat rutin masyarakat menuju desa tersebut harus menyeberang menggunakan kapal kayu.
Sehingga dia berharap di desa terpencil bisa mendapatkan bantuan Atensi dan dapat tersalurkan sampai ke daerah-daerah terpencil.

Menyikapi itu, Loka Minaula Kendari memahami bahwa masalah wilayah kepulauan dialami oleh kebanyakan wilayah Indonesia Timur.

Olehnya itu, Syamsuddin meminta kepada LKS-LU untuk mendata wilayah-wilayah yang akses penjangkauannya dirasa sulit agar menjadi catatan untuk disampaikan kepada pihak bank dan menjadi prioritas bagi mereka.

Selain itu, pihak bank juga akan membuka layanan komunitas bagi wilayah-wilayah yang tidak ada kantor cabang dari bank tersebut.

“Mohon maaf kepada Dinsos dan LKS-LU atas perubahan ini, dan mengucapkan terima kasih kepada LKS-LU yang tetap semangat dan senantiasa berkomitmen untuk mendukung tercapainya tujuan program Atensi ini,”

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button