Metro Kendari

Ini Proyek Pemerintahan Jokowi di Sultra Tuntas 2019

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM- Beberapa proyek besar yang di kerjakan pemerintahan Jokowi Jusuf Kalla di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019 ini rampung dan mulai dimanfaatkan.

Proyek pertama yang rampung dan sudah digunakan ialah Pelabuhan Kendari New Port. Proyek dengan total anggaran investasi sebesar Rp936 miliar ini sudah digunakan untuk mengekspor produk unggulan Sultra.

Sebanyak 80 ton kakao diekspor ke Belanda, ikan tuna dan gurita sebanyak 36.900 kilogram (kg) diekspor ke Amerika Serikat (AS) melalui Pelabuhan New Port Bungkutoko Kendari.

Proyek kedua yang di rencanakan rampung tahun 2019 ini ialah jembatan Teluk Kendari. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan Jembatan Teluk Kendari dapat mulai beroperasi pada September 2019.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1.348 meter dikerjakan oleh perusahaan konsorsium yakni PT Pembangunan Perumahan Tbk. dan PT Nindya Karya dengan anggaran mencapai Rp802 miliar.

Jembatan Teluk Kendari dibangun untuk menunjang sistem jaringan jalan dari kota lama di sisi utara menuju Poasia di sisi selatan Teluk Kendari dan sebaliknya.

Dengan konektivitas yang semakin lancar, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

Proyek ke tiga ialah, PT DSSP Power Kendari yang menangani proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kendari-3. Proyek ini dibangun agar aliran listrik dapat dinikmati masyarakat Sultra pada tahun 2019.

PLTU yang dibangun di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) berada di atas lahan sekitar 16,8 hektar ini, akan menambah pasokan listrik di Sultra hingga 2×50 Mega Watt (MW) atau 100 MW. Pembangunan PLTU yang memiliki nilai investasi sekitar 200 juta US dollar atau Rp 2,6 triliun.

Kemudian, proyek PLTU ini merupakan proyek IPP kedua milik PT Dian Swastatika Sentosa Tbk yang akan memasok listrik kepada PLN selama 25 tahun berdasarkan Power Purchase Agreement atau surat perjanjian jual beli yang ditandatangani pada bulan Mei 2015. Setelah itu pasca 25 tahun dikelola oleh DSSP, PLTU ini akan diserahkan ke PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN).

IPP PLTU Kendari-3 merupakan bagian dari mega proyek 35.000 MW yang dicanangkan pemerintahan Jokowi-JK dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia.

Proyek terakhir yang rampung tahun 2019 ialah Bendungan Ladongi. Pembangunan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara ditarget rampung bulan Desember 2019. Saat ini konstruksi bangunan sudah mencapai angka 60 persen.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Haeruddin C. Maddi mengatakan target awal pekerjaan bendungan akan tuntas tahun 2020, namun karena masih ada pekerjaan bendungan lainnya, sehingga pekerjaan dipercepat.

“Saat ini kita menyelesaikan tahap satu, jadi tubuh bendungannya itu kita selesaiakan sampai elevasi 104, kemudian tahap dua kita harapkan rampung tahun depan, tapi ini yang kita akselerasi sehingga bisa selesai lebih cepat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan bendungan tahap satu ini sudah menggunakan anggara lebih dari Rp800 miliar. Sedangkan pekerjaan tahap kedua akan dilakukan setelah audit dari Badan Pemeriksa Keungan Pembangunan (BPKP).

Bendungan Ladongi ini merupakan program strategis nasional dengan memanfaatkan dana APBN multiyears  tahun 2016-2020 sebesar Rp844 miliar. Sumarlin

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button