Metro Kendari

Bupati Koltim Dinonaktifkan Sementara Sebagai Kader Partai Gerindra

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – DPD Partai Gerindra meluruskan persoalan kabar pemecatan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur sebagai kader partai, pasca ditetapkannya tersangka kasus dugaan suap oleh KPK.

Andi Ady Aksar, selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sultra mengatakan bahwa pihaknya bukan mencopot melainkan hanya menonaktifkan sementara sebagai kader partai Gerindra.

Bahkan soal pemecatan, partai besutan Prabowo Subianto ini, belum mengambil sikap kepartaian mengenai masa depan Andi Merya Nur di partai.

“Untuk langkah yang kami ambil sekarang ini berkonsultasi mengenai apakah atas tindakan hal itu yang bersangkutan akan diberhentikan atau yang bersangkutan diminta untuk mundur, tapi untuk saat ini kita nonaktifkan sementara dan kita masih proses untuk kelanjutannya,” kata dia, Senin (27/9/2021).

Sementara itu, kabar miring terkait tidak adanya bantuan hukum yang diberikan oleh DPD Gerindra Sultra, diluruskan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Sultra.

Ady Aksar bilang, bahwa pihaknya bukan tidak memberikan bantuan hukum melainkan saat kejadian tersebut pihak keluarga yang bersangkutan telah memiliki Pengacara Hukum (PH) untuk menangani perkara tersebut.

“Karena ketika permasalahan itu terjadi kami mendapat informasi dari keluarga yang bersangkutan bahwa mereka sudah memiliki PH sendiri, dan niat kami sudah mencari tahu hal itu, “jelasnya

“Jujur kami itu tidak habis manis sepah dibuang, karena semua kader di gerindra adalah kader pejuang yang memang bertekad bersama-sama membesarkan partai, “tambahnya

Tak hanya itu saja, Andi Ady Aksar juga menegaskan bahwa masalah tersebut merupakan tanggung jawab dari yang bersangkutan (Andi Merya Nur) dan tidak ada sangkut pautnya dengan Partai Gerindra.

“Yang terjadi itu masalah pribadi yang berangkutan tidak ada hubungannya dengan kami (Partai Gerindra), “ucapnya

Bahkan diluar dari permasalahan itu tambah Ady Aksar, DPC Gerindra di Kabupaten Koltim tetap solid tidak ada satupun yang tidak solid.

“Karena arahan dari Ketua DPP kami harus solid dan kekompakan tetap yang utama serta harus satu garis komando,” tutupnya (bds*).

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button