Admin Gerindra “Notice” Kasus Guru Mansur di Kendari

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Admin Gerindra di media sosial (Medsos) Tiktok mengomentari video kasus pelecehan guru Mansur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diunggah akun @Travaler Galau.
Video berdurasi 1 menit 56 detik itu yang diunggah @Travaler Galau menunjukkan kesaksian seorang cleaning service di SDN 2 Kendari, yang melihat langsung kejadian tersebut.
Dimana sebelumnya, cleaning service tersebut akan bersaksi di persidangan sebagai saksi kunci. Saat itu, ia menyampaikan kepada suaminya bahwa dirinya akan bersaksi di pengadilan, karena ada seorang guru yang difitnah.
Namun suaminya sempat mengatakan bahwa istrinya aman jika tidak bersaksi, tetapi sebaliknya ketika istrinya bersaksi kemungkinan akan ada masalah.
“Kita tahu kah itu masalah? iya saya tahu saya bilang, ndak mungkin saya cerita kalau saya tidak liat. Terus dia bilang, itu bu kalau kita di dalam kita aman, tapi kalau di luar kita tidak tahu, karena kita itu saksi kunci,” tutur cleaning service tersebut.
Saksi kemudian mempertimbangkan lagi perkataan suaminya. Karena itulah ia memutuskan tidak bersaksi di pengadilan.
“Saat itu saya tidak bisa tidur sampai pagi, pas subuh saya WA mi Pak Guru (Mansur) minta maaf saya tidak bisa bersaksi, saya takut,” jelasnya.
Kendati demikian, ia mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi waktu insiden guru Mansur dituduh melakukan tindak pidana pelecehan terhadap salah satu siswinya.
Ia bercerita, waktu itu, tepatnya di tanggal 8 Januari 2025 pagi, ia sedang bekerja menjalankan tugasnya sebagai cleaning service di depan ruang kelas Mansur.
Di saat bersamaan, ia melihat korban berada di dalam ruangan kelas. Petugas kebersihan sekolah itu pun bertanya ke korban, mengapa tidak ikut berbaris (apel pagi)? Lantas anak tersebut menjawab bahwa ia sedang sakit.
“Di situ saya liat Pak Mansur lagi gali-gali tanah, saya bilang pak anak muridta tidak ikut berbaris, dia bilang Pak Mansur siapa, saya jawab tidak tahu. Lalu pak Mansur tanya kenapa tidak ikut berbaris, bilang saya sakit. Dia tanya lagi betul ko sakit, dia bilang iya, terus dia kasih begini (pegang jidatnya), habis itu Pak Mansur keluar kembali urus tanamannya, dan saya di situ belum keluar,” jelasnya.
Unggahan tersebut, memantik Admin Gerindra yang dikenal responsif terhadap setiap keluhan masyarakat. Bukan hanya itu, Admin Gerindra juga menyampaikan bahwa persoalan ini telah disampaikan ke pimpinan.
“Ini udah Admin sampaikan ke pimpinan, sudah diteruskan juga ke Kemendikdasmen. Sekarang sedang diurus oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan di bawah Kemendikdasmen,” tulis Admin Gerindra di laman komentar @Travaler Galau.
Melihat komentar Admin Gerindra, sontak netizen pun mengucapkan terima kasih ke Partai Gerindra.
“Love banyak banyak untuk Partai Gerindra,” tulis nama akun tiktok @Anniiis.aa
“Terimakasih banyak min 🙏 semoga bapaknya lekas dibebaskan,” tulis @D
Namun tak sedikit yang meminta agar aparat penegak hukum (APH) yang menangani perkara pelecehan oleh guru Mansur diperiksa dan diproses.
“hakimnya dan pelapor harus di periksa terutama penyidik kepolisian yg tangani kasus ni harus di priksa,” tulis @Bundit Bonggek.
“Tolong jangan ada Damai klo memang guru tersebut tidak bersalah, supaya jgn ada yg lain lagi yg memfitnah guru2 Indonesia. tolong kembalikan martabat & harga diri guru seluruh Indonesia,” tulis @Al.
Untuk diketahui, guru Mansur telah di vonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Kendari, dengan hukuman penjara 5 tahun, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penutut Umum (JPU) 6 tahun. (bds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan







