Olahraga

Damaikan Dua Pembalap yang Bertikai saat Kejurda Seri I di Kolaka, IMI Sultra: Proses Mediasi

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dua peserta balap Kejurda seri I dan Ona Cup Open Turnamen Road Race 2022 di Kolaka yang terlibat cekcok, saat ini tengah dalam upaya pendamaian. Diketahui, pembalap tersebut yakni Hendi Tuahatu dan Herbiansyah Tombili. Keduanya merupakan pembalap road race terbaik di kelasnya.

Ketua Bidang Hukum IMI Sultra, Supriadi mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses mediasi secara kekeluargaan. Proses ini tentunya bertujuan untuk mendamaikan kedua pembalap terbaik di Bumi Anoa sebelum jauh berposes di ranah hukum.

Sebab, salah satu pembalap yang merasa menjadi korban, telah melaporkan hal tersebut ke Polres Kolaka. Namun kata dia, laporan polisi itu sifatnya delik aduan, sehingga masih bisa dibawa ke ranah mediasi antar kedua bela pihak.
Karena pada dasarnya, menurut Supriadi, pertikaian tersebut hanya kesalapahaman  yang membuat keduanya saling cekcok.

“Perlu diketahui perselisihan sesama pembalap itu merupakan hal biasa yang terjadi di setiap perlombaan, karena kadang-kadang d awali baku senggol baku siku dan lain sebagainya, tapi setelah kegiatan kita bersatu, jadi saat ini proses mediasi,” ujar dia, Selasa (14/6/2022).

Ia menginginkan, kedua pembalap tersebut saling memaafkan satu sama lain demi kebaikan bersama. Perselisihan hanya akan merugikan keduanya baik dari sisi person maupun prestasi.

Pasalnya, keduanya adalah atlet Sultra yang tengah dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON). Patutnya, mereka dapat saling bahu membahu dan bersinergi memberikan yang terbaik untuk daerah.

“Insyaallah dua keluarga ini tidak ada salah paham. Pada dasarnya akan diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak ini kita damaikan, karena mereka ini merupakan atlet pembalap motor yang menjadi andalan Sultra. Insyaallah tidak berlanjut ke proses hukum,” jelasnya.

Pengacara kondang ini pun menambahkan, kejadian tersebut akan menjadi atensi IMI Sultra untuk membina mental kedua pebalap secara, agar ketika sedang mengikuti ajang balap apapun, keduanya bisa menahan emosi satu sama lain.

“Pastinya kita akan terus membina, sehingga tidak akan terjadi lagi pertikaian antar pembalap,” pungkasnya. (bds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan Subagiantoro

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button