HeadlineHukumKesehatan

Soal Pemulangan Pasien Usus Menggantung, ini Penjelasan Medis RS Bahteramas

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Kendari, memulangkan seorang pasien dalam kondisi usus masih menggantung diluar perut.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Bahteramas Kendari, dr Sjarif Subijakto, angkat bicara terkait sorotan soal pemulangan seorang pasien dalam kondisi usus masih menggantung diperut.

Dokter Sjarif mengatakan pemulangan pasien diklaim sudah sesuai prosedur, karena pasien tengah menderita tumor usus. Jadi, kebijakan pemulangan tersebut semata-mata hanya menjalankan prosedur yang berlaku.

Lebih jauh dirinya menjelaskan pasien yang bersangkutan, sebelumnya telah melakukan tindakan radio terapi di Makassar. Radio terapi itu merupakan tindakan penanganan tumor usus.

Tetapi, pasien mengalami Ostrupsi atau buntunya jalan keluar kotoran karena ada Adesi kelengketan di usus paling bawah menuju anus.

Karena adanya kelengketan, maka pihaknya melakukan kolonus tomi untuk menyelamatkan nyawa pasien.

“Kami melakukan live siving itu tindakan untuk penyelamatan jiwa. Yaitu dengan cara kolonus tomi tujuannya adalah untuk membebaskan sumbatan aliran tadi diusus besar. Karena jalan keluar melalui anus sudah tidak mungkin karena adanya perlengketan,” ungkapnya.

“Jadi usus dikeluarkan ke dinding perut supaya kotoran yang dimakan dikeluarkan, dan ini sudah tindakan final terminal pada kanker usus,” sambungnya.

Dengan tindakan final terminal yang dilakukan, lanjut dokter Spesialis Jantung itu, maka usus pasien sudah tak bisa dimasukkan kembali kedalam perut. Hal itu pun telah dijelaskan kepada pasien maupun keluarga pasien.

BACA JUGA :

“Ususnya tidak bisa dimasukkan kedalam lagi karena usus besar sampai anus itu sudah melengket. Hidupnya kedepan memang sudah begitu dengan usus diluar, ini sebenarnya sudah diterangkan ke keluarga cuma kurang pemahaman mungkin,” katanya.

Bahkan tambah dia, jika pihaknya tidak cepat melakukan tindakan medis dengan cara kolonus tomi, pasien bakal meninggal. Sebab, kotoran tidak dapat keluar dari perutnya.

“Setelah dilakukan kolonus tomi pasien membaik dan sudah diperbolehkan pulang. Setelah itu tinggal melakukan kontrol saja, kalau dekat disekitar Kendari bisa kontrol RSUD Bahteramas, kalau jauh bisa kontrol di rumah sakit kabupaten/kota sama dokter ahli,” tandasnya.

Untuk diketahui, pasien yang dipulangkan oleh RSUD Bahteramas Kendari, yakni atas nama Epan (42) asal Desa Pewutaa, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Epan dipulangkan pihak RSUD Bahteramas Kendari dalam kondisi yang masih membutuhkan perawatan medis. Terlebih ususnya masih dalam keadaan diluar perut.

Reporter: Sunarto
Editor: Dahlan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button