Ekobis

Perkuat Ekonomi Syariah, Alhazen School Kendari – BI Sultra Gelar Sharia Technovation

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Sebagai upaya menciptakan wadah generasi muda berbakat terhadap teknologi, Alhazen School Kendari bekerja sama dengan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (BI Sultra) menggelar Sharia Technovation yakni lomba design poster canva dan website development pada Festival Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2024.

Pimpinan Alhazen School Kendari Evi Sultriana Z. mengatakan, lomba ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pemahaman anak-anak para generasi muda saat ini tentang halal melalui Informasi Teknologi (IT) dalam hal ini design poster canva dan website.

“Melalui acara seperti ini, kita harap dapat memicu anak-anak ke depan bisa membantu kegiatan sekolah maupun UMKM dengan membuat poster melalui canva,” katanya ditemui di sela-sela perlombaan design poster canva yang dilaksanakan di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kendari, Selasa (09/07/2024).

Adapun jumlah peserta lomba design poster canva sebanyak 30 orang terdiri dari usia 9 – 16 tahun. Jadi ada pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA dengan tema halal lifestyle. Sementara, untuk lomba website development ada 47 peserta yang berasal dari siswa SMA, mahasiswa, dan dewasa umum.

“Untuk lomba design web ini sudah masuk projectnya dan telah kita saring. Di mana yang lolos final 10 orang dan hari ini pula ke 10 orang itu akan melakukan presentasi,” tuturnya.

Intinya melalui kegiatan ini, pihaknya bersama BI Sultra ingin memberi ruang kepada generasi muda untuk berkompetisi dan bersaing dalam bidang teknologi. Sehingga ke depan bisa lahir ahli-ahli teknologi yang mendukung industri yang ada di Sultra, khususnya industri syariah termasuk UMKM, pesantren, dan sekolah.

“Tentu akan sangat membantu dengan ahli teknologi sehingga semua bisa lebih maju,” kata Evi begitu ia disapa.

Alhazen School Kendari sendiri mendukung era style, life 5.0 yakni era yang menumbuhkan generasi muda yang kritis, kreatif dan mampu menyelesaikan masalah. Melalui lomba seperti ini, para generasi muda ini dipicu kreatifitas, kritis dan mampu menyelesaikan masalah.

Dia menambahkan, pihaknya ingin mencetak generasi yang unggul di bidang teknologi, terdepan dan terbaik.

“Tidak hanya itu, sejalan dengan perkembangan ekonomi syariah kami mendukung industri syariah, pesantren, sekolah dan UMKM syariah. Jelas semua itu butuh teknologi, melalui lomba ini kita akan buktikan bahwa generasi Sultra mampu bersaing dan berkompetisi dengan generasi lainnya,” jelas dia.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Thathit Suryono mengatakan, melihat perkembangan digital saat ini yang terus meluas di berbagai aspek sosial dan ekonomi, hal itu perlu dijadikan penopang bagi ekonomi syariah.

“Dengan pemanfaatan ekonomi digital diharapkan semakin mendorong dan membangun ekosistem ekonomi keuangan syariah,” ujarnya.

Memang jika melihat data yang ada bahwa potensi nilai ekonomi digital di Indonesia pada 2025 mendatang bisa mencapai Rp2 ribu triliun dari keseluruhan nilai ekonomi yang berkaitan dengan digitalisasi.

Artinya digitalisasi menjadi satu aspek komponen penting dalam berbagai aktivitas termasuk bagaimana memajukan ekonomi syariah.

“Berharap kegiatan ini tidak sampai di sini saja tetapi hasil dari kompetisi bisa digabungkan dengan pelaku usaha khususnya UMKM syariah,” pungkas dia. (bds)

Reporter : Septiana Syam
Editor: Biyan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button