Metro KendariPolitik

Politisi PDI Perjuangan Nilai, Aksi Demonstrasi terhadap Made Wastawa Penuh Kejanggalan

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Rencana aksi yang dilakukan oleh sekelompok massa di Polsek Tiworo menuai kritik. Salah satunya dari politisi muda PDI Perjuangan Rudi Supriono. Hal ini terkait unggahan halaman facebook “Jokowi untuk Indonesia” yg dibagikan oleh Anggota DPRD Muna Barat, Made Wastawa.
Rudi Supriono mengungkapkan, banyak kejanggalan dalam kasus ini. Ia mencurigai aksi tersebut sengaja dilakukan untuk menjatuhkan nama baik Made Wastawa, sebagai seorang anggota DPRD.
“Terlalu banyak kejanggalan. Contohnya kenapa yang dipermasalahkan adalah pembagi postingan bukan pemosting? Pak Made ini kan hanya membagikan saja. Bahkan beliau tidak sedikitpun menambahkan komentar,” ungkap Rudi.
Menurutnya, yang seharusnya menjadi sasaran aksi adalah admin dari halaman facebook Jokowi untuk Indonesia. Bukan Made Wastawa.
Namun Rudi mengungkapkan, bahwa sebenarnya postingan Jokowi untuk Indonesia ini tidak memenuhi unsur pasal 28 ayat 2, UU ITE. Karena tidak menyinggung individu atau kelompok tertentu berdasarkan suku, agama dan ras.
“Cadar itu tradisi. Bahkan menurut DPR Mesir cadar itu bukan berasal dari budaya Arab, melainkan budaya Yahudi,” lanjut Rudi.
Dirinya menantang korlap aksi tersebut untuk menunjukkan satu ayat saja yang memerintahkan umat Islam untuk menggunakan cadar. Karena sepengetahuan dirinya, yang diajarkan dalam Al Quran adalah menutup aurat.
Rudi Supriono juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap propaganda oknum yang ingin menjatuhkan nama baik Made Wastawa.
“Walaupun Pak Made tidak bersalah, beliau dengan besar hati meminta maaf kepada masyarakat. Jarang kita dapatkan orang yang bijaksana seperti beliau. Harusnya kita mengapresiasi,” tandasnya.
Reporter: Fadli Aksar
Editor: Ann

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button