Sultra Raya

Jabatan Ali Mazi-Lukman Sisa 2 Tahun Lagi, AJP Minta Fokus Benahi Infrastruktur Jalan Rusak

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi-Lukman Abunawas (Aman) tersisa dua tahun lagi yang ditandai dengan ekspos pembangunan tiga tahun Aman, yang dilaksanakan di Aula Bahteramas Kantor Gubernur Sultra, Senin (6/9/2021).

Dalam ekspos ketiga ini pascaterpilih sebagai orang nomor satu dan dua di Bumi Anoa pada 2018 lalu, Ali Mazi dan Lukman Abunawas memaparkan sejumlah capaian pembangunan.

Ada empat poin utama yang dirangkum atas capain pasangan Aman selama tiga tahun terakhir, yang turut diwarnai pandemi Covid-19, kala kepemimpinan mereka berdua menuju kedua tahun.

Pertama, pertumbuhan ekonomi. Perekonomian Sultra di sepanjang 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,65 persen. Ini merupakan capaian terendah selama tiga tahun terakhir yang disebabkan oleh pandemi.

Padahal, dalam lima tahun sebelum pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi di Sultra selalu berada di atas rata-rata nasional, dengan nilai di atas enam persen per tahun.

Kendati demikian, ekonomi Sultra pada triwulan II tahun 2021 berangsur pulih sehingga dapat tumbuh sebesar 4,21 persen, lebih tinggi dibanding capaian triwulan II tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,59 persen.

Dijelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 16,75 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 132,49 persen.

Kedua ialah gini ratio. Ini merupakan parameter untuk melihat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk. Atau dengan kata lain, tingkat pemerataan pendapatan penduduk. Koefisien gini ratio yang semakin mendekati nol menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk semakin rendah.

Gini ratio Provinsi Sultra per Maret 2021 sebesar 0,39. Diharapkan, capaian gini ratio Sultra akan terus menurun sehingga target di akhir periode mampu dicapai sebesar 0,38 poin. Berdasarkan ukuran ketimpangan bank dunia maka tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Sultra berada dalam kategori sedang.

Ketiga, angka kemiskinan. Sejak pasangan Aman dilantik, angka kemiskinan telah berhasil diturunkan dari 11,32 persen pada 2018 menjadi 11 persen pada Maret 2020. Namun dampak Covid-19 mengakibatkan persentasenya kembali meningkat pada September 2020 yang mencapai 11,69 persen.

Selanjutnya, seiring dengan pemulihan ekonomi di berbagai sektor, pada Maret 2021 angka kemiskinan kembali mengalami penurunan yang mencapai 11,66 persen atau mencapai 318.700 orang.

Keempat, tingkat pengangguran. Angka pengangguran terbuka di Sultra pada Februari 2021 mencapai 4,22 persen.  Kondisi ini mengalami penurunan 0,36 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2020.

Perbaikan kondisi ekonomi di tengah pandemi memicu kenaikan penyerapan tenaga kerja. Sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian, kehutanan dan kelautan. Disusul sektor pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan dengan serapan tenaga kerja mencapai 60 persen.

Secara total, perekonomian Sultra tahun 2020 menghasilkan nilai tambah sebesar Rp130,18 triliun atas dasar harga berlaku. Sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2010 mencapai Rp93,45 triliun. Namun, angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2019 akibat pandemi.

Menyikapi capaian Aman, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra, Aksan Jaya Putra (AJP) menyarankan agar di sisa jabatan gubernur dan wakil gubernur dimaksimalkan.

Utamanya, lanjut AJP, di sektor infrastuktur jalan gawean provinsi di 17 kabupaten/kota. Di mana, DPRD Sultra, khususnya di komisi III yang kerap didatangi aspirator meminta supaya jalan di daerah mereka ditangani.

Sehingga menurut dia, ini menjadi salah satu tugas utama keduanya sebelum jabatan berakhir untuk menuntaskan jalan-jalan yang memang kondisinya rusak parah.

“Saya pikir biaya atau anggaran perbaikan jalan provinsi yang rusak itu yang dibutuhkan relatif tidak terlalu besar, bukan seperti pembangunan jalan yang sekarang (Jalan Toronipa). Jadi ini harus benar-benar dipikirkan,” ujar dia saat ditemui.

Ia juga mengatakan, selama tiga tahun menjabat, perhatian Ali Mazi dan Lukman Abunawas terhadap pembangunan jalan di sejumlah daerah minim.

Hal itu dapat dibuktikan dengan porsi anggaran yang digelontorakan untuk perbaikan jalan rusak tidak bisa memenuhi keinginan masyarakat.

Namun tambah Ketua Fraksi Golkar DPRD Sultra itu bahwa tidak semuanya kesalahan ada pada pemimpin, melainkan harus kembali ke teknis.

“Tapi tergantung pada good will atau niat baik Pak Gubernur. Kami pun di Komisi III yang membidangi infrastruktur sangat mendukung jika Pak Gubernur memang memprioritaskan jalan-jalan rusak itu untuk diperbaiki demi kepentingan masyarakat,” tukasnya. (bds*)

 

Reporter: Sunarto
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button