Spot Udara dengan Kualitas Terbaik dan Terburuk Sulawesi Tenggara
DETIKSULTRA.COM – Kualitas udara di Batauga (Buton Selatan) pada Sabtu, 29 Februari 2020 pagi diprediksi paling sehat di Sulawesi Tenggara. Menurut permodelan AirVisual, indeks kualitas udara (AQI) Batauga berada di angka 21 pada pukul 06:00 WITA.
Catatan ini terbilang sehat. Data kualitas udara (AQI) menunjukkan bahwa semakin rendah nilainya, maka udara semakin sehat.
Rekor Batauga termasuk yang terendah di antara spot lain di Sulawesi Tenggara, seperti Langara (Konawe Kepulauan) dan Kolaka dengan AQI 25 disusul Raha (Kabupaten Muna) Lasusua (Kolaka Utara) dan 2 spot lainnya yakni Laworo (Kabupaten Muna) dan Buranga (Buton Utara)
BACA JUGA :
- Usut Kasus Dugaan Penggunaan Dokumen Terbang PT Perusda Kolaka, Polda Sultra Tetapkan Satu Tersangka
- Usai PN Unaaha Putus Mesin Crusher Sah Milik Eks Bupati Konut, Kuasa Hukum Jalil Ajukan Banding
- Kuasa Hukum Minta Polda Sultra Terbitkan SP3 Usai PN Unaaha Nyatakan Ruksamin Pemilik Sah Mesin Crusher
Konsentrasi partikel polutan di Batauga masih dibawah nilai ambang batas, mencapai 1,1 mikrogram per meter kubik. Konsentrasi partikel udara yang memiliki diameter lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau PM2.5, merupakan salah satu indikator pencemaran udara. Adapun batas nilai ambang batasnya, menurut BMKG, adalah 65 mikrogram per meter kubik.
Di sisi lain, spot yang diprediksi memiliki kualitas udara terbaik di Indonesia adalah di Bitung (Sulawesi Utara) dengan AQI 5, sementara yang terburuk secara nasional adalah di Bekasi (Jawa Barat) dengan AQI 169.
Patut dicatat, prakiraan AirVisual tidak dapat mempertimbangkan peristiwa luar biasa, seperti bencana atau aturan terkait emisi gas buang kendaraan yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, AirVisual menyatakan prediksinya bisa saja kurang akurat terkait dengan faktor tersebut







