Konawe

Ini Cerita Nakes Covid-19 di Konawe yang Insentifnya Belum Dibayar

PLAY

KONAWE, DETIKSULTRA.COM – Siang tadi puluhan tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 melakukan demo terkait insentif mereka yang belum dibayarkan selama delapan bulan.

Disela-sela menunggu anggota DPRD di Gedung DPRD Konawe, salah seorang nakes bercerita bahwa mereka baru dibayar empat bulan selama bekerja di Rumah Sakit Covid di Konawe sejak tahun lalu.

“Baru empat kali dibayar dari bulan April tahun 2020 lalu kami kerja yaitu pada bulan 5, bulan 7 untuk gaji kedua, bulan 8 untuk gaji ketiga dan bulan 9 untuk gaji keempat,” bebernya.

Ia menjelaskan yang mereka tuntut saat ini adalah insentif mereka pada November sampai saat ini. Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Konawe, mereka digaji Rp7 juta per bulan.

“Pada gaji pertama Rp7,5 juta, gaji kedua Rp5 juta, ketiga dan keempat kembali Rp7 juta”. jelasnya.

Untuk saat ini yang belum menerima insentif adalah tenaga perawat, bidan, farmasi, laboratorium, dan radiologi. Sesuai SK, insentif bidan dan perawat Rp7,5 juta, tenaga farmasi dan laboratorium Rp5 juta, dokter umum Rp10 juta, dan dokter spesialis Rp15 juta.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2021 anggaran Covid-19 telah habis dan mereka disuruh tanda tangan surat pernyataan siap untuk tak menerima dana Covid-19.

Katanya, untuk insentif yang belum dibayar empat bulan pada 2020 lalu akan dicarikan dana lebih di rumah sakit umum.

“Makanya kami tuntut yang empat bulan lalu saja, setelah itu kami minta kejelasan untuk Januari sampai sekarang,” jelasnya.

“Padahal kami pakai baju APD delapan jam kerja dengan dobel dua masker, bahkan teman kami sempat terpapar Covid-19, serta kami juga kerap dijauhi masyarakat karena kami kerja di RS Covid-19,” tambahnya.

Untuk tenaga nakes Covid-19 yang bekerja di Diklat Konawe ada 60 orang dan yang bekerja di Gedung Olahraga (GOR) Konawe ada 27 orang yang insentifnya belum dibayarkan.

Sementara tenaga nonmedis seperti sekuriti, tenaga kebersihan, administrasi, dan lain telah dibayarkan insentifnya.

Ia mengakui sebelum mereka turun demo hari ini yang dibantu NGO dari Lepham, GMPK dan Simaklah, mereka dapat tekanan dan diminta untuk tidak turun demo terkait insentif mereka.

Reporter : Hiswan Pagala
Editor: J. Saki

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button