Buton

66 Yacht Akan Penuhi Teluk Pasarwajo

PLAY

PASARWAJO, DETIKSULTRA.COM – Sebanyak 66 kapal Yacht Wisatawan mancanegara (Wisman) akan memenuhi Teluk Pasarwajo untuk mengikuti Festival Budaya Tua Buton yang akan berlangsung tanggal 19-24 Agustus 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton, Abdul Zainuddin Napa mengungkapkan, setiap tahunnya pada penyelenggaran Festival Budaya Tua kapal-kapal yacht yang berlabuh di teluk Pasarwajo sangat antusias dan menyatakan kesenangan mereka dengan pesona kekayaan budaya dan wisata Buton.

“Tahun lalu tercatat 38 kapal yacht yang berasal dari 9 negara merapat ke Pasarwajo. Tahun ini sudah ada 66 kapal yacht yang telah mengkonfirmasi pihak Pariwisata, menyampaikan kehadiran mereka,” kata Zainuddin Napa.

Selain itu, ratusan wisman dari 14 negara dipastikan hadir dan ikut meramaikan Festival Budaya Tua Buton yang akan menyuguhkan berbagai kegiatan.

Ke 14 negara tersebut, yakni Australia, Turki, Jerman, Amerika Serikat, Italia, New Zealand, Prancis, Malaysia, Kanada, Polandia, Spanyol, Norwegia, Inggris dan Swedia.

 Rencananya, pembukaan Festival Budaya Tua Buton akan dilakukan pada tanggal 19 Agustus, juga dirangkaikan dengan pemukulan gendang pertama untuk orang pingitan.

“Pada tanggal 19 itu selain pembukaan lomba, juga dimulai pemukulan gendang pertama untuk orang pingitan oleh Dinas Kebudayaan. Jadi kita usahakan tanggal 24 Agustus selama lima hari, empat hari dia sudah keluar, kita sudah pajang para gadis-gadis itu di depan umum,” katanya.

Ia menjelaskan, tahun ini panitia menambahkan permainan tradisional dan lomba fashion show antar kecamatan dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk pemilihan duta budaya, La Oti dan Wa Oti.

Juara dari fashion show ini bakal menjadi ikon pariwisata yang akan ditampilkan pada event nasional dan regional di 2020 mendatang.

“Puncaknya nanti mereka akan menyaksikan ritual Pekande-kandea, Pedhole-dhole, Tandaki, Posuo serta Tarian Kolosal yang akan digelar pada puncak Acara Festival Pesona Budaya Tua 2019. Para Wisman terlibat langsung dan larut dalam semua prosesi festival. Mereka memakai baju dan sarung khas Buton,”urainya.

Selanjutnya selama kegiatan festival 19-24 Agustus pihaknya juga membuka lomba lagu daerah, foto, penulisan berita dan lombah seni bela diri.

Sumarlin

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button