Bombana

Lantik Pengurus Kadin Bombana Periode 2026-2031, Supriadi Minta Pengusaha Lokal dan UMKM Dilibatkan

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin ) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melantik Ketua Kadin Kabupaten Bombana, Roysman Alfianto kepengurusan periode 2026-2031, Selasa (08/09/2026).

Pelantikan tersebut, langsung dipimpin oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Organisasi, SDM, dan Ristek Kadin Sultra, Dr. H. Supriadi dan disaksikan Wakil Bupati Bombana, Ketua DPRD Bombana, Sekda Bombana, Forkompinda, pengusaha, dan UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Supriadi menegaskan bahwa pelantikan pengurus Ketua Kadin Bombana, tidak hanya dipandang sebagai seremonial semata, tetapi memontum bagi pengusaha lokal maupun UMKM.

Baginya, begitu pentingnya keberpihakan terhadap pengusaha lokal dan UMKM dalam setiap aktivitas investasi yang masuk di Kabupaten Bombana. Kekayaan alam melimpah yang dimiliki Bombana, seperti emas, nikel di Kabaena, hingga sektor pertanian dan perikanan seharusnya memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

“Hari ini saya tidak ingin hanya berbicara mengenai angka pertumbuhan ekonomi, tetapi untuk siapa pertumbuhan ekonomi itu kita bangun. Investasi jangan hanya meninggalkan angka produksi, tetapi harus melahirkan pengusaha baru, membesarkan pengusaha lokal, dan menyerap tenaga kerja,” tegas Supriadi.

Supriadi menjelaskan, landasan hukum terkait hal ini sudah sangat jelas, mulai dari Pasal 33 dan Pasal 27 ayat (2) UUD 1945, hingga UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanam Modal serta UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.

Regulasi tersebut mewajibkan kemitraan strategis antara usaha besar dan UMKM serta pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi.

Untuk itu, Kadin Sultra mendorong Pemerintah Kabupaten Bombana dan DPRD setempat agar mengkaji pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberdayaan dan Kemitraan Usaha Lokal serta UMKM dalam penyelenggaraan investasi daerah.

Selain perbaikan regulasi, Kadin Sultra juga mengajak perusahaan-perusahaan besar di Bombana untuk mengubah paradigma program CSR. CSR diharapkan tidak lagi berbentuk bantuan sesaat, melainkan dialokasikan untuk inkubasi UMKM, pelatihan, sertifikasi tenaga kerja, hingga pembinaan agar produk UMKM dapat masuk ke rantai pasok industri.

“Kadin hadir bukan untuk mengambil kewenangan pemerintah atau meminta proyek, melainkan sebagai wadah komunikasi dan konsultasi agar pemerintah, investor, dan pengusaha lokal dapat berjalan searah. Mari kita jadikan Kadin sebagai mitra strategis,” tambahnya.

Ia memungkas pidatonya dengan mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam di Bombana dapat menyisakan kemandirian ekonomi bagi generasi mendatang.

“Jangan hanya menggali bumi Bombana, tetapi gali juga potensi manusianya. Jangan hanya mewarikan lubang tambang, tetapi wariskan pengusaha lokal yang kuat, UMKM yang mandiri, dan Bombana yang sejahtera,” tutup Supriadi. (cds)

 

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button