Bombana

G30-SPK Sebut Bupati Bombana Anaktirikan Masyarakat Kabaena

Dengarkan

BOMBANA, DETIKSULTRA.COM – Aliansi yang menamakan dirinya sebagai Gerakan 30 September Pemuda Kabaena (G30-SPK) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bombana menuntut pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, Senin (30/9/2019).

Menurut massa aksi, Kabupaten Bombana terdiri atas tiga pilar yaitu Poleang, Rumbia dan Kabaena sehingga ketiga pilar tersebut pembangunan infrastrukturnya harus disamaratakan dan tidak menganaktirikan salah satu pilar tersebut.

“Bombana terbagi tiga pilar, Poleang, Rumbia dan Kabaena. Kenapa Kabaena ini dianaktirikan, hal ini tentu ketidakadilan Pemda terhadap Kabaena,” cetus Firdayan saat berorasi.

[artikel number=3 tag=”bupati,bombana”]

Pemuda Kabaena menganggap bupati saat ini hanya mementingkan kepentingan pribadi tidak melihat keluhan masyarakat kecil utamanya warga Pulau Kabaena. Mereka juga menganggap Bupati Bombana telah gagal mensejahterakan masyarakatnya.

“Pulau Kabaena adalah penyumbang PAD terbanyak Bombana, kenapa Kabaena malah dikesampingkan. Ini betul-betul pembodohan,” ungkap Zul, orator lainnya.

Mereka juga membantah pernyataan Bupati Bombana H. Tafdil di media yang menyatakan bahwa Bombana dalam keadaan baik-baik saja.

“Kami hadir disini membuktikan bahwa Bombana saat ini dalam keadaan sakit parah. Warga Kabaena dalam keadaan sakit yang dipicu oleh ‘perselingkuhan’ Pemda dan DPRD,” ujarnya.

Sebelumnya, massa aksi mendatangi Kantor DPRD Bombana untuk menyuarakan aspirasinya. Lalu ke kantor bupati. Namun orang nomor satu di Bombana itu tidak berada di kantor. Kemudian massa aksi membubarkan diri dan akan kembali esok hari untuk menagih janji bupati.

Reporter: Arif
Editor: Rani

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button