Metro Kendari

Kendari Tekan Inflasi dari Pekarangan ke Sekolah

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Pemerintah Kota Kendari terus menggenjot berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan. Tak hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah, upaya pengendalian inflasi kini diperkuat dari hal paling dekat dengan masyarakat, yakni pekarangan rumah hingga pemanfaatan teknologi digital.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar soal angka, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.

“Inflasi itu bicara soal isi perut, makanan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, dua hal utama yang harus kita jaga yakni stabilisasi harga dan ketersediaan stok,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan lingkungan dan pekarangan. Program ini tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mendorong masyarakat memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri sekaligus menekan pemborosan.

Selain itu, Pemkot Kendari juga menggulirkan program Sekolah Hebat, yang mengubah sekolah menjadi “laboratorium hijau”. Melalui program ini, siswa diajak belajar menanam komoditas seperti cabai dan tomat serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Di sisi lain, inovasi stok kios pangan digital terus dikembangkan untuk mempertemukan produsen dan distributor secara lebih efisien. Sistem ini diharapkan mampu menjaga harga tetap terkendali sekaligus memastikan stok pangan tetap aman.

“Dengan teknologi, kita ingin meminimalisir kenaikan harga yang tidak wajar serta memastikan stok tetap aman,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kendari menggandeng berbagai pihak melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kolaborasi lintas sektor dilakukan bersama Bank Indonesia, perbankan, Forkopimda, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat Kendari bukan daerah penghasil utama untuk sejumlah komoditas pangan. Meski demikian, pemerintah mulai mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah secara bertahap melalui penguatan produksi lokal.

Tak hanya itu, Pemkot juga aktif melakukan kurasi terhadap produk masyarakat. Wali kota bahkan turun langsung bersama dinas terkait untuk memastikan kualitas, mulai dari pengemasan hingga standar produksi.

“Pemerintah harus hadir mendampingi masyarakat yang produktif, agar hasil mereka tidak hanya layak di pasar lokal, tapi juga bisa bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” tambahnya.

Dengan kombinasi strategi berbasis komunitas, edukasi sejak dini, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Kendari optimistis laju inflasi dapat dikendalikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button