<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Penembakan Laonti Terbaru Hari Ini</title>
	<atom:link href="https://detiksultra.com/tag/penembakan-laonti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<description>Media Informasi Masyarakat Sulawesi Tenggara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jan 2024 01:13:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://detiksultra.com/wp-content/uploads/2025/03/cropped-ikon_detiksultra-32x32.webp</url>
	<title>Berita Penembakan Laonti Terbaru Hari Ini</title>
	<link>https://detiksultra.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buntut Kasus Penembakan Nelayan di Laonti, Dua Polisi Kena Sanksi, Satu Dipecat</title>
		<link>https://detiksultra.com/hukum/buntut-kasus-penembakan-nelayan-di-laonti-dua-polisi-kena-sanksi-satu-dipecat/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/hukum/buntut-kasus-penembakan-nelayan-di-laonti-dua-polisi-kena-sanksi-satu-dipecat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 01:13:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=97359</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Dua anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat sanksi kode etik. Pemberian sanksi tersebut, buntut dari kasus penembakan di Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang menyebabkan dua nelayan meninggal dunia. Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra, Kombes Pol. Moch. Sholeh membenarkan perihal pemberian sanksi terhadap dua anggota yang &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/buntut-kasus-penembakan-nelayan-di-laonti-dua-polisi-kena-sanksi-satu-dipecat/">Buntut Kasus Penembakan Nelayan di Laonti, Dua Polisi Kena Sanksi, Satu Dipecat</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Dua anggota Kepolisian Daerah (<a href="https://detiksultra.com/tag/polda-sultra">Polda</a>) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapat sanksi kode etik. Pemberian sanksi tersebut, buntut dari kasus penembakan di Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), yang menyebabkan dua nelayan meninggal dunia.</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra, Kombes Pol. Moch. Sholeh membenarkan perihal pemberian sanksi terhadap dua anggota yang bertugas di Polairud Polda Sultra tersebut.</p>
<p>Berdasarkan sidang yang digelar Komisi Kode Etik Kepolisian (KKEP) Polda Sultra yang digelar Jumat (5/1/2024) kemarin, kedua anggota inisal Bripka A dan Bripka R dijatuhi sanksi yang berbeda.</p>
<p>Menurut Sholeh, Bripka A mendapat sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias dipecat dari keanggotaan polisi. Beda halnya Bripka R, hakim sidang<br />
hanya menjatuhkan sanksi demosi atau pemindahan jabatan selama tiga tahun.</p>
<p>&#8220;Benar putusanya PTDH untuk Bripka A dan Bripka R demosi tiga tahun,&#8221; ucapnya saat dihubungi awak media ini, Rabu (10/1/2024) malam.</p>
<p>Ia menjelaskan, alasan pemberian sanksi lebih berat kepada Bripka A, karena sesuai hasil penyelidikan dan penyidikan Bripka A disebut telah melanggar kode etik dengan melakukan penembakan terhadap korban.</p>
<p>&#8220;Benar yang melakukan penembakan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Namun, putusan PTDH terhadap Bripka A belum final, sebab yang bersangkutan masih melakukan upaya banding akan sanksi yang diberikan oleh KKEP Polda Sultra. Saat ini, proses banding sementara berjalan.</p>
<p>&#8220;Ada upaya banding untuk Bripka A. Kalau Bripka R menerima putusan demosi,&#8221; pungkasnya. (bds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto</strong><br />
<strong>Editor: Wulan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/buntut-kasus-penembakan-nelayan-di-laonti-dua-polisi-kena-sanksi-satu-dipecat/">Buntut Kasus Penembakan Nelayan di Laonti, Dua Polisi Kena Sanksi, Satu Dipecat</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/hukum/buntut-kasus-penembakan-nelayan-di-laonti-dua-polisi-kena-sanksi-satu-dipecat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Empat Keluarga Nelayan Korban Penembakan dapat Santunan dari Polda Sultra</title>
		<link>https://detiksultra.com/hukum/empat-keluarga-nelayan-korban-penembakan-dapat-santunan-dari-polda-sultra/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/hukum/empat-keluarga-nelayan-korban-penembakan-dapat-santunan-dari-polda-sultra/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2023 13:37:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=96338</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Keluarga nelayan korban penembakan di Perairan Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), diberi santunan oleh Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Sultra. Santunan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Teguh Pristiwanto, Jumat (1/12/2023). Pemberian santunan terhadap keluarga nelayan korban penembakan oknum petugas itu, bertepatan di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Korps &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/empat-keluarga-nelayan-korban-penembakan-dapat-santunan-dari-polda-sultra/">Empat Keluarga Nelayan Korban Penembakan dapat Santunan dari Polda Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Keluarga nelayan korban penembakan di Perairan Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), diberi santunan oleh Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Sultra. Santunan tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Teguh Pristiwanto, Jumat (1/12/2023).</p>
<p>Pemberian santunan terhadap keluarga nelayan korban penembakan oknum petugas itu, bertepatan di momen Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) ke-73, yang jatuh setiap 1 Desember.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan bentuk empati dan kepedulian sesama kepada keluarga yang mendapat musibah,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu pula, sambutan Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dibacakan Kapolda Sultra, mengatakan bahwa, dengan penuh rasa bangga, mengucapkan selamat HUT kepada keluarga besar Korpolairud Baharkam Polri.</p>
<p>Harapannya, Korpolairud Baharkam Polri dapat terus menjadi Bhayangkara penjaga dirgantara dan bahari nusantara yang selalu siap memberikan dharma bakti terbaik demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Menurutnya, selama ini Korpolairud Baharkam Polri telah menunjukkan eksistensinya berbagai operasi kepolisian, serta operasi pengamanan berbagai event nasional maupun internasional.</p>
<p>&#8220;Kita berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara hingga 297 miliar dari tindak pidana di wilayah perairan seperti TPPO, illegal logging, dan illegal fishing,&#8221; ucap Kapolri melalui Kapolda Sultra.</p>
<p>Di tempat yang sama, Dirpolairud Polda Sultra, Kombes Pol. Faisal F Napitupulu mengatakan, kembali menuturkan ucapan belasungkawa atas meninggalnya dua nelayan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada yang menginginkan insiden ini terjadi, dan kami meminta maaf dan turut berdukacita atas terjadinya insiden ini kepada keluarga dan masyarakat Sultra,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Terlepas insiden yang merenggut dua nyawa nelayan, Faisal mengatakan bahwa, ke depan tantangan personel Dirpolairud akan semakin berat. Olehnya itu, para personel diminta untuk bekerja secara profesional dan mengedepankan humanisme.</p>
<p>Sementara itu, salah seorang perwakilan keluarga terduga pelaku yang menjadi korban penembakan, Sarwansyah meminta kepada seluruh piham untuk tidak memperkeruh suasana. Menurutnya, biarkan pihak kepolisian bekerja dalam mengusut tuntas tragedi.</p>
<p>&#8220;Kami percaya polisi akan bekerja profesional mengusut kasus ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak lupa, ia menyampaikan agar masalah ini tidak dijadikan momentum oleh oknum yang sengaja untuk memanfaatkan situasi ini. Jika demikian dilakukan, maka pihaknya tak sungkan-sungkan untuk memperkarakannya.</p>
<p>&#8220;Kami akan menuntut pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi,&#8221; pungkasnya. (cds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto</strong><br />
<strong>Editor: Wulan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/empat-keluarga-nelayan-korban-penembakan-dapat-santunan-dari-polda-sultra/">Empat Keluarga Nelayan Korban Penembakan dapat Santunan dari Polda Sultra</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/hukum/empat-keluarga-nelayan-korban-penembakan-dapat-santunan-dari-polda-sultra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polda Sultra Komitmen Usut Tuntas Penembakan Nelayan Diduga Pelaku Bom Ikan di Laonti</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/polda-sultra-komitmen-usut-tuntas-penembakan-nelayan-diduga-pelaku-bom-ikan-di-laonti/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/polda-sultra-komitmen-usut-tuntas-penembakan-nelayan-diduga-pelaku-bom-ikan-di-laonti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 06:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=96186</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yakinkan publik akan mengusut tuntas kasus dugaan penembakan yang dilakukan oknum personel Polairud Polda Sultra terhadap empat nelayan asal Desa Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan saat menggelar konferensi pers bersama Kabid Propam Polda Sultra, Kombes &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/polda-sultra-komitmen-usut-tuntas-penembakan-nelayan-diduga-pelaku-bom-ikan-di-laonti/">Polda Sultra Komitmen Usut Tuntas Penembakan Nelayan Diduga Pelaku Bom Ikan di Laonti</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yakinkan publik akan mengusut tuntas kasus dugaan penembakan yang dilakukan oknum personel Polairud Polda Sultra terhadap empat nelayan asal Desa Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).</p>
<p>Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan saat menggelar konferensi pers bersama Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh dan Direktur Ditpolairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal Florentunis Napitupulu, Senin (27/11/2023).</p>
<p>Menurutnya, pihaknya bakal menangani kasus ini secara terbuka, dan tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Hanya saja, saat ini, Propam Polda Sultra belum bisa menyimpulkan karena pemeriksaan masih dilakukan.</p>
<p>Dia juga menjelaskan, pemeriksaan bukan hanya oknum anggota Polairud saja, tetapi nelayan dan masyarakat yang ikut dalam penyelidikan pemboman ikan waktu itu.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya, kami akan bekerja secara profesional, dan secara institusi kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Sementara itu, Kabid Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para saksi-saksi.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mengambil keterangan dari sembilan orang, empat dari anggota Dit Polairud, tiga masyarakat dan dua dari nelayan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia mengatakan saksi yang saat ini sudah diperiksa kemungkinan akan terus bertambah untuk menguatkan fungsi Bidang Propam dalam penegakan hukum terhadap personel yang melakukan pelanggaran baik disiplin maupun kode etik.</p>
<p>&#8220;Kita akan mengecek semua, dari hal terkecil secara detail akan periksa. Tidak ada yang ditutup-tutupi,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Dia menambahkan, sebelumnya anggota Polairud Polda Sultra yang ditahan atau ditempatkan khusus (Patsus) oleh Propam Polda Sultra tercatat hanya satu Bripka A. Kini bertambah satu, yakni Bripka R.</p>
<p>&#8220;Hari ini kami juga lakukan terhadap Bripka R,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, tragedi penembakan yang diduga dilakukan Bripka A terjadi pada Jumat (24/11/2023) dini hari, di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konsel, menyebabkan tiga orang luka-luka, dan satu orang tewas.</p>
<p>Terbaru, satu korban lainnya kembali dinyatakan meninggal dunia, usai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul sebelah kiri korban di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, Minggu (26/11/2023) kemarin.</p>
<p>Sehingga dalam tragedi penembakan yang diduga dilakukan polisi, korban tewas bertambah, menjadi dua orang. (bds)</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto </strong><br />
<strong>Editor: Biyan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/polda-sultra-komitmen-usut-tuntas-penembakan-nelayan-diduga-pelaku-bom-ikan-di-laonti/">Polda Sultra Komitmen Usut Tuntas Penembakan Nelayan Diduga Pelaku Bom Ikan di Laonti</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/polda-sultra-komitmen-usut-tuntas-penembakan-nelayan-diduga-pelaku-bom-ikan-di-laonti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Propam Tahan Anggota Polairud, Buntut Penembakan Nelayan di Laonti Konsel</title>
		<link>https://detiksultra.com/kendari/propam-tahan-anggota-polairud-buntut-penembakan-nelayan-di-laonti-konsel/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/kendari/propam-tahan-anggota-polairud-buntut-penembakan-nelayan-di-laonti-konsel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[DetikSultra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Nov 2023 00:39:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Metro Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=96165</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penahanan terhadap anggota Polairud Bripka A, yang diduga terlibat dalam tragedi penembakan empat nelayan asal Desa Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh mengatakan, alasan penahanan tersebut berhubungan dengan proses &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/propam-tahan-anggota-polairud-buntut-penembakan-nelayan-di-laonti-konsel/">Propam Tahan Anggota Polairud, Buntut Penembakan Nelayan di Laonti Konsel</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penahanan terhadap anggota Polairud Bripka A, yang diduga terlibat dalam tragedi penembakan empat nelayan asal Desa Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).</p>
<p>Kepala Bidang (Kabid) Propam Polda Sultra, Kombes Pol Moch Sholeh mengatakan, alasan penahanan tersebut berhubungan dengan proses pemeriksaan kepada Bripka A.</p>
<p>&#8220;Benar, ditahan Propam Polda Sultra, Dipastus (Tempat khsusus) dalam rangka Riksa selama 30 hari ke depan,&#8221; ucap dia, Minggu (26/11/2023).</p>
<p>Selain menahan, Propam Polda Sultra juga mengamankan senjata api (senpi) laras panjang jenis SS1V5, beserta satu buah magazen berisikan tiga butir peluru, yang diduga digunakan Bripka A.</p>
<p>Menurutnya, penggunaan senpi oleh petugas kepolisian tidak ada larangan asalkan sesuai prosedur dan aturan pemakaian, dan disertakan atau dilengkapi surat perintah tugas penyelidikan.</p>
<p>Sementara, dalam kasus yang menyeret Bripka A, diakui Moch Sholeh dilengkapi surat penyelidikan, dalam rangka melakukan penelusuran atas informasi yang diperoleh mengenai penggunaan bom ikan di wilayah Perairan Campedak.</p>
<p>Selain Bripka A dan satu rekannya yang ikut dalam patroli diperiksa, Propam Polda Sultra juga sudah melakukan pemeriksaan kepada warga yang berada tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui fakta lainnya di balik peristiwa tersebut.</p>
<p>&#8220;Sudah diperiksa untuk pendalaman, kalau diperlukan akan dipanggil kembali,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Saat ini pihaknya belum mengetahui dan menyimpulkan personel Polairud Polda Sultra benar melanggar atau tidak dalam menjalankan tugas. Sebab, pemeriksaan intensif masih berlangsung.</p>
<p>&#8220;Tidak bisa mengira-ngira dulu, karena masih dalam rangka riksa intensif. Kalau kode etik hukuman paling berat, ya PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat),&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Diketahui, penembakan yang diduga dilakukan Bripka A terjadi pada Jumat (24/11/2023) dini hari, di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konsel, menyebabkan tiga orang luka-luka, dan satu orang tewas.</p>
<p>Terbaru, satu korban lainnya kembali dinyatakan meninggal dunia, usai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di pinggul sebelah kirinya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari, Minggu (26/11/2023) kemarin.</p>
<p>Sehingga, dalam tragedi penembakan yang diduga dilakukan polisi ini, korban tewas bertambah menjadi dua orang. (bds)</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto </strong><br />
<strong>Editor: Biyan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/kendari/propam-tahan-anggota-polairud-buntut-penembakan-nelayan-di-laonti-konsel/">Propam Tahan Anggota Polairud, Buntut Penembakan Nelayan di Laonti Konsel</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/kendari/propam-tahan-anggota-polairud-buntut-penembakan-nelayan-di-laonti-konsel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soal Penembakan Nelayan di Laonti, Polda Sultra: Anggota Membela Diri</title>
		<link>https://detiksultra.com/hukum/soal-penembakan-nelayan-di-laonti-polda-sultra-anggota-membela-diri/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/hukum/soal-penembakan-nelayan-di-laonti-polda-sultra-anggota-membela-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 14:06:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=96105</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan membeberkan kronologis penembakan terhadap nelayan di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Ferry Walintukan mengatakan, sebelum kejadian penembakan, personel KP XX-2011 Marnit Konsel Polairud Polda Sultra mendapat informasi maraknya pemboman ikan di Perairan Campedak. Berdasarkan informasi tersebut, dua personel &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/soal-penembakan-nelayan-di-laonti-polda-sultra-anggota-membela-diri/">Soal Penembakan Nelayan di Laonti, Polda Sultra: Anggota Membela Diri</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan membeberkan kronologis penembakan terhadap nelayan di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).</p>
<p>Ferry Walintukan mengatakan, sebelum kejadian penembakan, personel KP XX-2011 Marnit Konsel Polairud Polda Sultra mendapat informasi maraknya pemboman ikan di Perairan Campedak.</p>
<p>Berdasarkan informasi tersebut, dua personel turun melakukan patroli di sekitar perairan dimaksud. Tiba di lokasi, salah satu anggota patroli inisial A berpangkat Bripka mengecek perahu nelayan yang diberhentikan.</p>
<p>Tak disadari, salah satu nelayan yang jadi korban penembakan membunyikan mesin perahu, dan langsung tancap gas dengan<br />
kecepatan tinggi. Sehingga personel yang mengecek muatan perahu tersebut terbawa di atas perahu.</p>
<p>&#8220;Pelaku (nelayan) hendak melakukan perlawanan, dengan menombak dan memukul tangan bagian kiri mengunakan dayung. Sehingga keduanya saling rebut, namun pada akhirnya tombak jatuh ke laut pada saat bodi batang berjalan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Lepas itu, Bripka A mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak satu kali. Tetapi salah satu nelayan merampas senjata. Di saat bersamaan, dua orang nelayan lainnya membuang dua gabus berisi barang bukti ke laut.</p>
<p>Di pihak lain, botol kaca yang tersisa di dalam kapal dilemparkan ke arah Bripka A. Akibatnya personel tersebut kembali melakukan tembakan karena akan mengontak kabel yang tersambung dengan bahan peledak dan aki. Tapi saat itu yang meledak adalah aki.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a title="Anggota Polairud Polda Sultra, Terduga Pelaku Penembak Empat Nelayan di Laonti" href="https://detiksultra.com/kendari/anggota-polairud-polda-sultra-terduga-pelaku-penembak-empat-nelayan-di-laonti/">Anggota Polairud Polda Sultra, Terduga Pelaku Penembak Empat Nelayan di Laonti</a></strong></p>
<p>Dua nelayan itu pun berusaha membalikan guna menenggelamkan perahu, namun saat ingin memiringkan perahu, dua nelayan terjatuh ke laut. Mesin perahu kemudian berhasil dimatikan. Pasca itu, anggota patroli melakukan pencarian kepada nelayan yang terjatuh ke laut, tetapi tidak ditemukan.</p>
<p>Ferry Walintukan menambahkan, pada prinsipnya, saat itu Bripka A dalam kondisi membela diri, karena dikeroyok tiga orang nelayan. Dia juga meletupkan senjata tanpa target sama sekali.</p>
<p>&#8220;Posisi saat itu, anggota membela diri, itupun dia menembak dalam kondisi gelap. Tahu-tahunya sudah ada yang terluka,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurut Ferry Walintukan, dua personel yang turun patroli sudah diperiksa oleh Propam Polda Sultra guna menjelaskan terkait tragedi tersebut. Perihal yang bersangkutan melanggar SOP atau tidak, tambah dia, yang dapat menentukan pihak Propam Polda Sultra.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a title="Empat Nelayan di Laonti Konsel Jadi Korban Penembakan OTK, Satu Orang Tewas" href="https://detiksultra.com/headline/empat-nelayan-di-laonti-konsel-jadi-korban-penembakan-otk-satu-orang-tewas/">Empat Nelayan di Laonti Konsel Jadi Korban Penembakan OTK, Satu Orang Tewas</a></strong></p>
<p>&#8220;Apapun yang dilakukan setiap personel, mesti dipertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, satu buah bodi batang, satu buah kompresor, dua botol handak yang siap pakai, satu gulung benang putih, satu buah HP Nokia center, dua buah korek kayu merk Polar Bear, dua bungkus rokok merk Surya, satu gulung kabel hitam, satu buah aki merk yuasa (meledak bekas kontak BB).</p>
<p>Kemudian satu buah gabus styrofoam bekas BB yang dibuang, dua buah sepatu katak selam, dua gulung alat selang menyelam, smpat buah sendok ikan, satu buah mesin Ts merk Radin 30 pk, tiga batang es balok, dua buah kacamata selam, empat biji tima sebagai pemberat saat menyelam, dan satu buah alat dayung. (bds)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Reporter: Sunarto</strong><br />
<strong>Editor: Biyan</strong></p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/soal-penembakan-nelayan-di-laonti-polda-sultra-anggota-membela-diri/">Soal Penembakan Nelayan di Laonti, Polda Sultra: Anggota Membela Diri</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/hukum/soal-penembakan-nelayan-di-laonti-polda-sultra-anggota-membela-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Identitas Nelayan Korban Penembakan di Laonti</title>
		<link>https://detiksultra.com/hukum/ini-identitas-nelayan-korban-penembakan-di-laonti/</link>
					<comments>https://detiksultra.com/hukum/ini-identitas-nelayan-korban-penembakan-di-laonti/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Nov 2023 10:34:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan Laonti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://detiksultra.com/?p=96090</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDARI, DETIKSULTRA.COM &#8211; Tragedi penembakan terhadap empat nelayan di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggemparkan masyarakat Sultra. Pasalnya dalam peristiwa penembakan itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, kejadian itu terjadi pada Jumat (24/11/2023) pukul 02.00 Wita dini hari tadi. Keempatnya, dikabarkan dihadang &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/ini-identitas-nelayan-korban-penembakan-di-laonti/">Ini Identitas Nelayan Korban Penembakan di Laonti</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDARI, DETIKSULTRA.COM</strong> &#8211; Tragedi penembakan terhadap empat nelayan di Perairan Campedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggemparkan masyarakat Sultra. Pasalnya dalam peristiwa penembakan itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini, kejadian itu terjadi pada Jumat (24/11/2023) pukul 02.00 Wita dini hari tadi. Keempatnya, dikabarkan dihadang dan ditembaki oleh orang tidak dikenal (OTK) sebanyak empat kali.</p>
<p>Beberapa jam kemudian, usai terjadi penembakan, sekitar pukul 04.30 Wita, warga setempat melakukan evakuasi. Saat dievakuasi, terdapat satu korban luka tembak di bagian dada sebelah kanan. Satu orang di pinggul sebelah kiri dan satu orang luka tembak di paha atas.</p>
<p>Ketiganya lalu dilarikan di puskesmas terdekat. Sekitar pukul 06.00 Wita pagi tadi, dua orang korban dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Santa Anna Kota Kendari, dan satunya masih dirawat di Puskesmas Langara.</p>
<p>Sementara, satu korban yang tewas, ditemukan nelayan yang hendak pergi melaut. Korban yang ditemukan sudah tak bernyawa itu, didapati luka tembak pada sebelah kanan bawah leher dan luka bagian pergelangan tangan.</p>
<p>Terpisah, Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol, Faisal Florentunis Napitupulu mengungkapkan bahwa, sebagaimana informasi yang diperoleh, para korban sebelumnya dilaporkan sedang melaut menggunakan bom ikan.</p>
<p>Anggota Patroli Polairud Sultra yang menerima laporan itu, bergegas menuju lokasi penangkapan ikan, pihaknya mendapati sebuah kapal. Di sana, para korban sempat melakukan perlawanan. Ia pun membenarkan jika anggotanya menambaki korban.</p>
<p>&#8220;Laporan dari anggota dan marinir, dugannya yang terkena tembakan ini para pelaku bom ikan. Jadi nggota dapat informasi, ketika ke TKP ada perlawanan dan barang bukti sudah kami amankan semua satu perahu, bahan peledak dan sebagainya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ditanya lebih jauh, Faisal Florentunis Napitupulu, enggan menjelaskan lebih detail soal kronologis utuh kejadian penembakan, yang menyebabkan satu orang nelayan tewas.</p>
<p><strong>Baca Juga : <a title="Empat Nelayan di Laonti Konsel Jadi Korban Penembakan OTK, Satu Orang Tewas" href="https://detiksultra.com/headline/empat-nelayan-di-laonti-konsel-jadi-korban-penembakan-otk-satu-orang-tewas/">Empat Nelayan di Laonti Konsel Jadi Korban Penembakan OTK, Satu Orang Tewas</a></strong></p>
<p>Alasannya, pihak kepolisian masih mengumpulkan data lengkap terkait tragedi penembakan ini. Ka juga menyebut, anggota yang diduga terlibat dalam penembakan ini sementara menjalani pemeriksaan.</p>
<p>&#8220;Sementara itu dulu, kami masih mendalami, pihak Propam juga masih menelusuri. Selanjutnya kami akan informasikan,&#8221; tukasnya.</p>
<h5><strong>Berikut identitas dan posisi luka tembak yang dialami korban.</strong></h5>
<ul>
<li>Maco: Meninggal dunia<br />
Umur: 39 Tahun<br />
Alamat : Desa Cempedak, dengan luka. tembak dada sebelah kanan tembus belakang, sayatan pergelangan tangan kanan, sayatan lutut kaki kanan.</li>
<li>Putra: Korban tembak<br />
Umur : 17 Tahun<br />
Alamat : Desa Cempedak, denga luka. tembak di pinggul sebelah kiri.</li>
<li>Ilham: Korban tembak<br />
Umur : 17 Tahun<br />
Alamat: Desa Cempedak, dengan luka tembak bagian paha atas</li>
<li>Juswa: Korban tembak<br />
Umur : 23 tahun<br />
Alamat : Desa Cempedak, dengan luka tembak dada sebelah kanan</li>
</ul>
<p>Hingga berita ini diturunkan, awak media ini belum mendapat kronologis kejadian dari pihak kepolisian. Informasinya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (bds)</p><p>The post <a href="https://detiksultra.com/hukum/ini-identitas-nelayan-korban-penembakan-di-laonti/">Ini Identitas Nelayan Korban Penembakan di Laonti</a> first appeared on <a href="https://detiksultra.com">DetikSultra.com</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://detiksultra.com/hukum/ini-identitas-nelayan-korban-penembakan-di-laonti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
