Wakatobi

Masyarakat Liya Berkelahi Saat Lebaran

Dengarkan

WAKATOBI, DETIKSULTRAM.COM- Ada hal unik yang dilakukan Masyarakat Liya di Wakatobi. Ketika selesai melaksanakan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha, mereka berkelahi.

Namun berkelahi yang dimaksud adalah sebuah tradisi yang dilakukan Masyarakat Liya pada perayaan hari-hari besar, tradisi tersebut dikenal dengan “Posepa’a”.

Posepa’a berasal dari bahasa daerah setempat atau bahasa Liya dengan kata dasar ‘Sepa’ yang artinya tendang. Penambahan awalan po dan akhiran ‘a pada kata Posepa’a mengandung arti bahwa melakukan.

[artikel number=3 tag=”Tradisi,Lebaran”]

Dahulu, sebelum aksi Posepa’a dimulai, terlebih dahulu ditampilkan tari perang oleh pemangku adat Suku Liya Wakatobi yang disebut Tari Honari Mosega. Konon tarian tersebut merupakan simbol perang melawan hawa nafsu saat Ramadan.

Tujuannya, untuk meninjau ketangkasan pemuda dalam mempertahankan negri dari serangan musuh.

Gerakan Posepa’a diapresiasikan dari karakter Lakina Liya yaitu Talo-talo (La Kundari) yang sering menggunakan kaki kanan dan kirinya secara bergantian ketika bertarung memukul mundur musuh dari wilayah kekuasaannya.

Masyarakat setempat, mengatakan bahwa Posepa’a pada awal perkembangannya sebagai sarana latihan adu kekuatan bagi para prajurit muda Liya dalam mempertahankan kekuasaan dari ancaman musuh, juga sebagai sarana untuk menyeleksi para prajurit muda keraton Liya yang kuat dan pemberani.

Reporter: Muhammad Israjab
Editor: Sumarlin

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button