Politik

Elektabilitas Sulkarnain dan Abdul Razak Teratas Jelang Pilwali Kendari 2024

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Lembaga survei The Haluoleo Institute (THI) merilis hasil survei perdana ihwal elektabilitas figur yang digadang-gandang bakal maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari 2024 mendatang.

Adapun survei tersebut mengusung tema  “Perspektif Masyarakat Terhadap Pandemi Covid-19 Serta Pemilihan Wali Kota Kendari Tahun 2024”.

Dirketur Eksekutif THI Naslim Sarlito Alimin mengatakan, dari sepuluh nama tokoh yang diposisikan sebagai calon wali kota, elektabilitas Abdul Razak menjadi yang tertinggi dengan 32 persen.

Kemudian di bawahnya menyusul Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir 29,8 persen. Berikutnya, Aksan Jaya Putra (AJP) 3,6 persen, Siska Karina Imran 3,6 persen, Ishak Ismail 3,4 persen.

Sudarmanto Saeka 2,0 persen, Radhan Algino Nur Alam 1,4 persen, Andi Sulolipu 1,1 persen, La Ode Muh. Inarto 0,9 persen, Sitya Giona Nur Alam 0,5 persen.

“Sementara yang belum dapat menentukan pilihan jika seandainya Pilwali 2024 dilakukan hari ini, yakni 13,7 persen dan tidak tahu 8,0 persen,” ujar dia, Rabu (29/9/2021).

Berbeda dengan elektabilitas, lanjut dia, untuk di sisi popularitas 10 figur, posisi pertama ada nama Sulkarnain Kadir 96,1 persen.

Diikuti Abdul Razak 89,5 persen, Siska Karina Imran 75,9 persen, Aksan Jaya Putra 56,4 persen, Ishak Ismail 50,0 persen, Radhan Algino Nur Alam 47,3 persen.

Lalu disusul Sitya Giona Nur Alam 42 persen, Sudarmanto Saeka 31,1 persen, Andi Sulolipu 30,2 persen serta La Ode Muh. Inarto 18,9 persen.

Dari hasil survei tersebut, Naslim Sarlito  menjelaskan bahwa laporan ini dibuat dengan pempertahankan kaidah metodologi sesuai dengan kondisi faktual di lapangan tanpa adanya rekayasa terhadap nilai maupun kandungan informasi yang terkandung di dalamnya.

“Secara etika dan tata hukum yang berlaku kami mempertanggungjawabkan segala
konsekuensi bila di kemudian hari terdapat tindakan-tindakan yang mengurangi keabsahan nilai laporan survei ini,” ucapnya.

Untuk diketahui, pengumpulan data dilakukan pada 4-10 Agustus 2021
dengan menggunakan metode multi stage random sampling.

Untuk wawancara secara tatap muka dengan menggunakan kuisioner. Margin of errors 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (ads*)

 

Reporter: Sunarto
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button