Pendidikan

Dosen UHO Kembangkan Cara Sederhana Basmi Nyamuk DBD

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terkena penyakit DBD (Demam Berdarah Dongue) dan malaria, apalagi disaat musim penghujan.

Sudah banyak kasus kematian akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini, bahkan setiap keluarga minimal satu anggota keluarga terpapar penyakit.

“Sebenarnya untuk menghentikan siklus hidup dari nyamuk itu cukup sederhana dan tidak perlu membutuhkan biaya yang mahal,” ujar Dr. Amirullah, M.Si Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo peneliti tentang vektor dan siklus hidup nyamuk pada Detiksultra.com Senin (19/8/2019).

[artikel number=3 tag=”pendidikan,dbd”]

Dikatakan oleh Amirullah, dalam metode pengendalian nyamuk dewasa dapat dilakukan sejak dini yaitu saat menjadi larva dan telur.

“Untuk mengendalikan larva nyamuk, kita dapat membuatkan perangkap lavitrep. Cara yang dilakukan cukup sederhana, yaitu dengan menggunakan ember atau wadah yang berwarna gelap agar nyamuk dapat tertarik untuk mendekat dan masuk di dalamnya,” tuturnya.

Setelah itu, lanjutnya, tambahkan air kedalam wadah tersebut dan berikan penghalang seperti kasa, agar nyamuk yang terperangkap tidak dapat keluar.

“Untuk mengendalikan telurnya, kita dapat membuatkan perangkap ovitrep. Menggunakan wadah gelap dan air biasa seperti pada lavitrep, hanya saja yang membedakan dibagian bawah air disimpankan tissue atau kertas saring untuk mengetahui banyaknya telur yang dihasilkan,” katanya.

Kemudian, lanjutnya ketika sudah banyak telur yang terperangkap. Tissue tersebut diangkat dan dijemur atau dibakar agar siklus hidup nyamuk dapat terhenti.

“Apalagi untuk satu ekor nyamuk itu dapat bertelur sampai sekitar tigaratusan. Kalau misalkan saja kita bisa kendalikan nyamuk satu persatu dan secara terus menerus, maka ada ribuan nyamuk yang bisa kita putuskan siklus hidupnya,” terangnya.

Kata dia, alat perangkap yang digunakan disimpan pada tempat-tempat gelap dan lembab. Agar nyamuk dapat tertarik dan terperangkap di dalamnya,” paparnya.

“Setiap dua atau tiga hari kita dapat mengecek perangkapnya. Jika banyak larva atau telur yang terperangkap maka segeralah dimusnahkan agar tidak sampai menjadi nyamuk dewasa,” ungkapnya.

Dengan menggunakan cara sederhana itu kata dia, kita tidak perlu lagi menggunakan fooging dalam menumpas perkembangbiakan nyamuk. Cukup dari kesadaran kita saja dan mau melakukan hal sederhana tersebut dalam menumpas nyamuk.

Reporter : M6
Editor: Dahlan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button