Metro Kendari

RPS Dorong Jurnalis di Kendari Bangun Perspektif Inklusif soal Gender dan Disabilitas

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Direktur Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Husnawati, mengajak jurnalis di Kota Kendari untuk membangun perspektif yang sensitif terhadap isu gender, disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya dalam setiap karya jurnalistik mereka.

Ajakan tersebut disampaikan Husnawati, saat memberikan materi pada kegiatan penguatan kapasitas forum media dan jurnalis di salah satu hotel di Kendari, Kamis (24/07/2025).

Husnawati menjelaskan, jurnalisme yang berperspektif gender, disabilitas, dan inklusi sosial ialah pendekatan yang menempatkan isu-isu keragaman sebagai bagian penting dalam pemberitaan. Menurutnya, jurnalis harus memahami bagaimana struktur sosial, budaya, dan nilai-nilai yang ada membentuk pengalaman individu maupun kelompok, serta bagaimana media dapat berkontribusi terhadap perubahan sosial yang positif.

“Misalnya, memastikan representasi perempuan yang beragam, tidak hanya sebatas peran domestik, tetapi juga di berbagai bidang pekerjaan dan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang inklusif saat menulis tentang disabilitas, dengan menghindari istilah atau narasi yang merendahkan atau bersifat diskriminatif.

Husnawati berharap, melalui pelatihan ini, jurnalis dapat lebih peka dan membangun sudut pandang yang adil dalam menulis isu-isu terkait disabilitas, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Sultra, Yustina Fendrita, yang juga menjadi narasumber, mengajak para jurnalis untuk merefleksikan bagaimana media selama ini memberitakan isu perempuan dan kelompok rentan di Sultra.

“Masih banyak berita yang menempatkan perempuan dalam stereotip negatif, serta menampilkan penyandang disabilitas sebagai objek yang dikasihani. Bahkan, lingkungan kerja jurnalis sendiri belum sepenuhnya aman bagi perempuan,” ungkapnya.

Menurut Yustina, hal ini menjadi perhatian penting, karena jurnalis memegang peranan strategis dalam membentuk persepsi publik. Media, katanya, ialah institusi sosial yang berperan menentukan makna, mempertahankan definisi kultural tentang gender, serta menentukan isu-isu krusial dalam organisasi dan politik.

“Melalui pemberitaan yang adil, jurnalis bisa memusatkan perhatian pada isu perempuan, memperkuat suara kelompok marginal, serta mendorong kesetaraan dan penghapusan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya,” tegas Yustina.

Ia juga berharap jurnalis semakin giat mengangkat kisah-kisah inspiratif dari kelompok disabilitas dan rentan, agar masyarakat bisa lebih memahami dan menghargai keberadaan mereka.

“Itu akan membantu mengubah persepsi publik serta meningkatkan kesadaran tentang hak-hak dasar dan kebutuhan khusus mereka,” tutup Yustina. (bds)

 

Reporter: Septiana Syam
Editor: Biyan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.