iklan


iklan
Metro Kendari

Pengosongan Rumah Dinas Kesehatan, Pemprov Sultra: Upaya Pengoptimalan Kepentingan Publik

PLAY

DETIKSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset milik pemerintah daerah (pemda) untuk kepentingan publik dan pemerintahan.

Di antaranya dengan pengosongan maupun pemindahan kepemilikan. Misalnya, pengosongan rumah dinas kesehatan yang terletak di Jalan Saranani, Kota Kendari yang dilakukan pada Jumat, 16 September 2022.

“Aset-aset pemerintah yang selama ini dikuasai orang per orang maupun lembaga dilakukan penertiban, baik itu dalam bentuk pengosongan maupun pemindahan kepemilikan,” ungkap Kadis Kominfo Ridwan Badallah melalui siaran pers, Sabtu (17/9/2022).

Sebagai contoh, beberapa aset pemprov saat ini telah dihibahkan dan berpindah kepemilikan ke lembaga lain. Semua itu tidak sekadar memperjelas status kepemilikan semata, tetapi lebih penting dari hal itu adalah demi optimalnya pemanfaatan aset tersebut bagi kepentingan umum, daerah, dan negara.

“Demikian pula halnya dengan Rumah Dinas Kesehatan,” katanya.

Di mana, lanjut Ridwan, merupakan bagian dari agenda optimalisasi aset pemprov untuk kepentingan publik.

Terkait dengan hal tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu disampaikan kepada publik agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Pemprov Sultra belum pernah mengalihkan Rumah Dinas Kesehatan kepada para penghuni.

“Dengan demikian, sampai saat ini, rumah dinas tersebut masih milik Pemprov Sultra,” terang dia.

Sejak 2016, jelasnya, Pemprov Sultra sesungguhnya telah melayangkan surat kepada para penghuni untuk dilakukan pengosongan, yakni Surat Sekretaris Daerah Nomor: 012/5894 tanggal 28 Desember 2016 perihal Pengosongan Rumah Dinas.

Selanjutnya, surat kedua dilayangkan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dengan Nomor: 012/460 tanggal 23 Januari 2017 perihal Pengosongan Rumah Dinas. Sebagai tindak lanjut dari surat tersebut, pemprov menggelar pertemuan dengan para penghuni pada 17 Maret 2017 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Gubernur Sulawesi Tenggara, dengan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sultra. Hasilnya, rumah dinas tersebut tetap akan dikosongkan dan akan dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

Kedua, sehubungan dengan pembangunan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, kompleks rumah dinas tersebut akan dimanfaatkan sebagai akses jalan bagi masyarakat untuk masuk dan keluar rumah sakit.

“Untuk kepentingan tersebut, Pemprov Sultra kembali melayangkan surat sebanyak empat kali kepada para penghuni, yang merupakan pensiunan ataupun anggota keluarga pensiunan,” tuturnya.

Adapun surat pertama dan kedua berasal dari Kepala Dinas Kesehatan masing-masing tanggal 25 Maret 2022 dan 20 April 2022 perihal Pemberitahuan Pengosongan Rumah Dinas Provinsi Sultra. Surat ketiga dan keempat masing-masing dilayangkan oleh Sekretaris Daerah tanggal 16 Juni 2022 dan tanggal 24 Agustus 2022 dengan perihal yang sama, yakni Pengosongan Rumah Dinas/Negara/Daerah.

Dengan demikian, upaya pengosongan yang dilakukan Pemprov Sultra bukanlah kebijakan yang tiba-tiba. Seiring dengan urgensi pembangunan akses jalan masuk Rumah Sakit Jantung yang telah memasuki tahap penyelesaian, Pemprov Sultra melakukan pendekatan persuasif dengan menemui langsung para penghuni dan menyampaikan bahwa pelaksanaan pengosongan akan dilaksanakan pada Jumat, tanggal 16 September 2022.

Kemudian kata Ridwan, Tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas melakukan pengosongan
juga diinstruksikan untuk melakukan tugasnya dengan mengedepankan cara-cara humanis, yakni terlebih dahulu mengeluarkan barang para penghuni agar tidak mengalami kerusakan pada saat pembongkaran dilakukan.

Selanjutnya, Pemprov Sultra sangat menghargai langkah-langkah hukum yang sekiranya hendak atau telah ditempuh oleh para penghuni.

“Namun, hingga saat ini, fakta hukum menegaskan bahwa Rumah Dinas Kesehatan merupakan aset dan milik Pemprov Sultra, yang akan digunakan seoptimal mungkin untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (bds)

 

Reporter: Septi Syam
Editor: J. Saki

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button