Namanya Terseret Kasus Tambang Ilegal, La Ode Darwin Tegaskan Tetap Lantik Ketua Golkar Kolaka H Ismail
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah mengagendakan pelantikan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kolaka, H. Ismail.
Namun, di tengah wacana pelantikan itu, Ketua DPD II Golkar Kolaka, H. Ismail dikaitkan dengan kasus dugaan tambang ilegal PT Babarina Putra Sulung di Kolaka, yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
Dimana sebelumnya, penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Sultra menggeledah rumah Direktur Utama PT Tri Mitra Babarina H. Tasman, Wakil Bupati (Wabup) Kolaka, Husamluddin, termaksud rumah Eks Direktur PT WNN, H. Ismail.
Menyikapi kadernya disebut-sebut diduga terlibat dalam kasus tersebut, Ketua DPD I Golkar Sultra, La Ode Darwin, mengaku sampai saat ini belum mengetahui secara pasti mengenai status hukum H. Ismail.
Darwin menegaskan, pihaknya tetap akan melaksanakan pelantikan selama belum ada kepastian hukum atau penetapan status terhadap Ismail dari aparat penegak hukum (APH).
“Kalau dari kita, selagi dia belum mendapatkan kepastian hukum atau status dari yang bersangkutan, kita akan tetap lantik,” ucapnya di sela-sela kegiatan FGD yang digelar Kejati Sultra disalah hotel di Kendari, Selasa (8/9/2026).
Darwin mengatakan, dinamika atau penolakan yang muncul terkait rencana pelantikan tersebut merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi.
“Karena hingga saat ini belum ada informasi secara jelas. Kalau soal riak riak itu, bagi kami biasa saja dalam berorganisasi,” ujarnya.
Ia juga memastikan rencana pelantikan Ketua DPD II Golkar Kolaka tetap akan berjalan. Hal itu berdasarkan informasi yang diterimanya bahwa H. Ismail masih berstatus sebagai ketua terpilih.
“Pak Haji Ismail masih sebagai ketua terpilih. Kalau pun nanti ada perkembangan ke depan, nanti kami akan lihat itu,”
Bupati Munar ini kembali menegaskan, pihaknya akan tetap melaksanakan pelantikan sepanjang belum ada kepastian hukum dari aparat penegak hukum terkait status H. Ismail.
“Selagi belum ada kepastian dari APH, kami tetap akan melantik,” pungkas Darwin. (cds)
Reporter: Sunarto
Editor: Wulan







