Metro Kendari

Mengadu ke LBH HAMI Sultra, Penjual Nasi Kuning Ngaku Ditipu Istri Polisi Usai Pinjamkan Identitasnya untuk Ajukan Kredit

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Nasib malang menimpa seorang janda penjual nasi kuning di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Siti Nurbaya. Niat baiknya meminjamkan identitasnya untuk pengajuan kredit, justru menyeretnya ke ranah hukum.

Kasus ini mencuat setelah Ketua LBH HAMI Sultra, Andri Darmawan, mengungkapkan keprihatinannya atas praktik “pinjam nama” yang merugikan masyarakat kecil. Salah satunya, janda penjual nasi kuning tersebut.

Andri menjelaskan bahwa identitas korban diduga digunakan oleh seorang oknum anggota Bhayangkari untuk mengajukan pembiayaan. Namun, setelah pencairan dilakukan, kewajiban pembayaran justru diabaikan oleh sang oknum.

“Ada oknum ibu Bhayangkari yang tidak bertanggung jawab (meminjam identitas). Akhirnya si ibu (korban) ditagih oleh pihak pembiayaan, dilaporkan ke polisi, dan nama baiknya rusak. Semoga kami bisa membantu menghadirkan keadilan bagi mereka,” katanya, Kamis (30/4/2026).

Akibat tunggakan tersebut, korban yang sehari-hari menyambung hidup dengan berjualan nasi kuning kini harus menghadapi tekanan mental.

Selain terus didatangi penagih utang (debt collector), ia juga harus berurusan dengan pihak kepolisian karena namanya tercatat sebagai debitur yang bermasalah.

Andri menilai fenomena ini menjadi potret lemahnya sistem verifikasi lembaga pembiayaan serta minimnya perlindungan bagi masyarakat kelas bawah.

“Korban kini menghadapi tekanan berat karena namanya tercatat dalam masalah kredit tersebut,” tambahnya.

LBH HAMI Sultra menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum secara penuh kepada korban. Ia berharap pihak berwenang dapat menangani kasus ini secara adil dan transparan, tanpa memandang latar belakang terlapor.

Ia juga melayangkan pesan tegas kepada lembaga pembiayaan agar lebih selektif dan berhati-hati dalam melakukan verifikasi data nasabah guna mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang. (cds)

Reporter: Sunarto
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.