Metro Kendari

Kubangan Air Penuhi Ruas Jalan Poros Kendari-Motaha, Pengendara Geram

PLAY

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kondisi ruas jalan poros Kendari-Motaha semakin hari semakin memprihatinkan. Kondisi jalan layaknya kubangan hewan.

Ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) seakan tidak dipedulikan, padahal mobilitas masyarakat dalam mengunakan jalur tersebut sangat besar.

Dari pantauan Detiksultra.com, ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan parah berada di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kondisi yang sama, juga terdapat di beberapa ruas jalan provinsi di Kacamatan Mowila dan Kecamatan Landoono.

Di tiga kecamatan ini terlihat kondisi jalannya sudah tak layak lagi dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Dalam kesempatan itu, salah satu pengendara yang enggan dusebutkan namanya mengungkapan bahwa dirinya geram dengan kondisi jalan yang sudah rusak parah.

Geramnya dia, karena tiap hari ia harus melewati jalan tersebut dengan penuh kehatian-hatian. Belum lagi jalan berlubang yang digenangi air ketika musim hujan.

“Saya sebagai pengedara sangat prihatin melihat kondisi jalan kita. Apalagi kita ini tiap hari kita lewati, masa mau begini terus jalannya,” kesalnya, Kamis (22/7/2021).

Sementara itu, warga Desa Puusanggula, Kecamatan Angata, Kabupaten Konsel, Maman mengungkapan hal yang serupa.

Dirinya cukup kesal dengan kebijakan pemerintah yang sampai hari ini ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sultra, belum juga di perbaiki.

Seingat dia, tahun lalu pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan SDA Sultra berjanji bakal mengalokasikan anggaran pengaspalan sepanjang 1 kilometer (km) di ruas jalan.

Tetapi sampai hari ini, lanjut dia, janji itu belum direalisasikan oleh Dinas PU Bina Marga dan SDA Sultra. Padahal janji itu juga dituangkan dalam surat pernyataan.

“Teman-teman aktivis pernah menutup jalan dan disitu pemerintah berjanji, tapi sampai sekarang belum ada pengaspalan,” bebernya.

Baginya, jalan merupakan hal urgen yang harusnya cepat dituntaskan oleh pemerintah. Jika tidak, banyak faktor yang akan berdampak, mulai dari roda ekonomi hingga mobilitas masyarakat.

Sehingga ia berharap, pemerintah segera melakukan tindakan, sebelum ruas jalan poros Kendari-Motaha parah dan takutnya tidak dapat lagi dilalui, walupun Kondisinya saat ini memang sudah tak layak dilewati.

“Pemerintah harus secepatnya bertindak, paling tidak ada penanganan darurat biar bukan di aspal dulu,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, pengaspalan jalan poros Lambuya-Motaha yang menjadi gawean Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), dengan kategori rusak parah tidak masuk dalam anggaran tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Sultra, Burhanuddin mengatakan, anggaran pemeliharaan hingga pengaspalan ada di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) induk 2021.

Hanya lanjut dia, anggaran pemeliharaan tersebut belum dapat dicairkan karena ada kendala berupa persyaratan e-katalog yang belum keluar.

“Kami sedang mengusahakan supaya e-katalognya keluar, agar anggaran pemeliharaan dapat digunakan,” ujar dia saat ditemui Detiksultra.com, Senin (5/7/2021).

Pihaknya juga belum bisa memastikan proyek pengaspalan akan dimasukan pada APBD perubahan 2021.

Sebab, anggaran pemeliharaan di APBD induk 2021 itu ada, hanya kembali lagi dengan kendala yang dihadapi Dinas PU Bina Marga dan SDA Sultra.

Tahun 2021 ini, lanjutnya, jalan poros Lambuya-Motaha hanya dapat jatah pemeliharaan jalan di sejumlah titik dengan asumsi anggaran kurang lebih Rp700 juta.

“Insyah tahun ini ada perbaikan dan pemiliharaan jalan, tapi tidak dengan pengaspalan,” katanya.

Tahun depan, jalan sepanjang 29,2 kilometer (km) itu, kata Burhanuddin, akan diusahakan selain pembenahan, pengaspalan juga ada untuk ruas jalan yang tingkat kerusakannya sudah parah.

Menurut mantan Kadis ESDM Sultra ini, estimasi anggaran yang dibutuhkan jika jalan poros Lambuya-Motaha diaspal kurang lebih Rp30 miliar.

“Itu yang kita usahakan agar tahun depan kita programkan untuk pembenahan dan pengaspalan sesuai dengan jalur yang parah rusaknya,” ucapnya. (bds)

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button