Metro Kendari

Jurnalis se Sultra Unjuk Rasa Tolak Remisi Pembunuh Wartawan

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Puluhan jurnalis se Sultra yang tergabung dalam koalisi jurnalis tolak remisi menggelar aksi unjuk rasa, di lampu merah eks MTQ Kendari, pada Jumat sore (25/1/2019).

Aksi damai yang diinisiasi oleh AJI Kendari, IJTI Sultra, PWI Sultra, mendesak Presiden Jokowi mencabut remisi terhadap pembunuh wartawan Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Prabangsa.

AJI Kendari menilai, keputusan Presiden Jokowi yang tertuang dalam Kepres Nomor 29 tahun 2018 terkait pemberian remisi kepada pembunuh jurnalis adalah bentuk langkah mundur penegakkan kemerdekaan pers. Kebijakan presiden yang mengurangi hukuman itu melukai rasa keadilan tidak hanya keluarga korban, tapi jurnalis seluruh Indonesia.

“Meminta Presiden Jokowi mencabut kepres pemberian remisi terhadap Susrama. Kami menilai kebijakan semacam ini tidak arif dan memberikan pesan yang kurang bersahabat bagi pers Indonesia,” ujar Ketua Divisi Advokasi Aji Kendari Laode Pandi Sartiman dalam orasinya.

Menurut Pimpinan Redaksi Inilaihsultra.com ini, tak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis, termasuk juga memberikan keringanan hukuman bagi para pelakunya, akan menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera, dan itu bisa memicu kekerasan terus berlanjut.

Ditempat yang sama, Ketua Pengda IJTI Sultra, Asdar Zuula menegaskan remisi ini seakan memberikan pembenaran terhadap aksi kriminal terhadap kebebasan pers, itu sama artinya tidak masalah jika melakukan kekerasan terhadap pers.

“Presiden Jokowi perlu meninjau ulang pemberian remisi kepada otak Pembunuhan Redaktur Senior Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, karena apapun dalihnya, hal tersebut menciderai rasa keadilan dan menambah kelam iklim kemerdekaan pers yang didengungkan banyak pihak,” tegasnya.

Asdar mengatakan, pers harus tegak dan dilindungi tanpa pengecualian. Karena pers yang sehat menunjukkan tatanan demokrasi berbangsa dan bernegara yang maju.


Aksi teatrikal yang dilakukan dalam aksi unjukrasa, para jurnalis menutup mata dengan lilitan pita hitam, sambil menginjak kartu identitas jurnalis mereka

Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai aksi teatrikal, yakni seluruh jurnalis menutup mata dengan lilitan pita hitam, sambil menginjak kartu identitas jurnalis mereka yang dibuang diatas tanah. Aksi ini merupakan simbol berkabungnya wartawan se Sultra akibat matinya kemerdekaan pers.

Reporter: Fadli Aksar

Editor: Dahlan

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button