Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman saat membuka kegiatan Maxim Quiz: English Brain di Main Atrium Lippo Plaza Kendari. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Menggandeng Balai Bahasa, Maxim menggelar Maxim Quiz: English Brain, kegiatan ini diikuti 150 pelajar SMA/SMK sederajat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) bertempat di Main Atrium Lippo Plaza Kendari, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para pelajar Sultra.
Kompetisi yang untuk pertama kalinya digelar Maxim di Kendari ini diikuti perwakilan dari 32 sekolah. Kegiatan tersebut mendapat dukungan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara dan mengusung konsep pembelajaran berbasis teknologi yang dikemas secara interaktif.
Head of Subdivision Maxim Kendari, Khairul Rasyid Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Maxim mendorong pelajar untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus melatih kecepatan berpikir dan ketelitian.
“Kami sangat senang dapat menggelar kompetisi ini untuk pertama kalinya di Kendari. Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para pelajar melalui pemanfaatan teknologi, sehingga proses belajar bahasa Inggris dapat berlangsung dengan lebih interaktif dan menyenangkan,” ujar Khairul.
Maxim berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan di Kendari, tetapi dapat dikembangkan dengan skala yang lebih besar.
“Semoga kedepannya kita bisa membuat kegiatan dengan skala nasional, mungkin nanti dilaksanakan di Jakarta atau di kota lainnya,” tuturnya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta tidak hanya dituntut memahami bahasa Inggris, tetapi juga harus mampu berpikir cepat, teliti, serta mengambil keputusan dalam waktu yang terbatas. Pemanfaatan teknologi membuat suasana perlombaan lebih dinamis dan berbeda dari pembelajaran bahasa Inggris secara konvensional.
Bagi peserta terbaik, Maxim juga menyiapkan hadiah berupa saldo perjalanan dengan total Rp2,7 juta. Juara pertama mendapat Rp1,2 juta, juara kedua Rp900 ribu, dan juara ketiga Rp600 ribu. Masing-masing pemenang juga memperoleh piagam penghargaan dan medali.
Bunda Literasi Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, yang membuka kegiatan tersebut, mengapresiasi kompetisi yang dinilainya relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Ia mengatakan, literasi pada era digital bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring dan menggunakan informasi secara bijak.
“Anak-anak generasi muda Kota Kendari adalah pewaris masa depan bangsa. Kemampuan literasi digital yang baik akan menjadi bekal penting untuk bersaing di tingkat lokal, nasional bahkan global,” kata Shintya.
Ia berharap para peserta menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan, bukan sekadar mengejar kemenangan.
“Jadikan kompetisi ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan, bukan semata-mata untuk menang atau kalah. Setiap proses yang kalian lalui hari ini merupakan bagian dari perjalanan menuju pribadi yang cerdas literasi,” ujarnya.
Shintya juga berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin agar semakin banyak pelajar di Kendari memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan dan bakatnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, menyambut positif pelaksanaan Maxim Quiz: English Brain. Menurutnya, penguatan bahasa Indonesia tetap penting, namun kemampuan bahasa asing juga diperlukan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan lingkungan global.
“Selain bahasa Indonesia yang harus dikuatkan dan dimartabatkan, kita juga perlu didukung bahasa-bahasa asing agar anak-anak kita bisa go international,” jelas Dewi.
Ia menilai kompetisi semacam ini menjadi wadah positif bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam suasana yang kompetitif namun tetap menyenangkan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris,” harapnya.
Kendari menjadi kota ke-11 dalam rangkaian kompetisi edukasi bahasa Inggris yang digelar Maxim di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah berlangsung di sejumlah kota, di antaranya Jakarta, Denpasar, Palembang, Balikpapan, Makassar, Cilegon, Serang, Kupang dan Medan.
Melalui kegiatan tersebut, Maxim berharap dapat ikut membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri dan memanfaatkan teknologi secara positif.
Maxim sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 2018. Memasuki tahun kedelapan operasionalnya, layanan transportasi daring tersebut kini telah hadir di lebih dari 400 kota di Indonesia. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.