Pertemuan Disperindag Sultra bersama Lemigas Kementerian ESDM, beserta sejumlah perusahaan. Foto: Muh Ridwan Kadir/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong green industri melalui studi kelayakan pipa gas di wilayah Bumi Anoa.
Dukungan dan komitmen tersebut melalui pertemuan bersama Tim Balai Besar Pengujian Minyak Gas dan Bumi (Lemigas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas ESDM Sultra, serta sejumlah perusahaan di Sultra.
Pertemuan tersebut dalam kegiatan pembahasan jenis dan volume konsumsi bahan bakar sebagai sumber energi pada berbagai perusahaan industri di Provinsi Sultra, bertempat di Aula Disperindag Sultra, Selasa (21/10/2025). Diketahui, pemerintah telah berencana mengalihkan penggunaan energi menjadi gas untuk mengurangi emisi karbon.
Kepala Disperindag Sultra, Rony Yakob, mengucapkan terima kasih serta apresiasinya kepada Tim Penyusun Dokumen Kajian Kelayakan (Feasibility Study) Pipa Transmisi Gas di Wilayah Sulawesi.
“Saya selaku Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan mengapresiasi dan terima kasih kepada Tim Penyusun Dokumen Kajian Kelayakan (Feasibility Study) pipa transmisi gas, dan juga kepada pelaku industri yang hadir,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam mendukung green industri ini tentu perlu koordinasi dan sinergi antar pemerintah baik pusat maupun daerah, serta pelaku industri dalam penguatan ekonomi.
“Pengembangan sektor industri menjadi salah satu prioritas utama dalam meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas produk dan jasa industri, serta dapat meningkatkan kemandirian energi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor.
Ia juga berharap agar dalam mendukung kajian kelayakan tersebut, perusahaan industri menyampaikan data yang akurat, aktual dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan data dari tim penyusun.
“Data ini tentu digunakan sebagai dasar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan industri di Sultra,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Perwakilan Dirjen Migas Kementerian ESDM, yang juga Tim Feasibility Study Andri Widianto mengatakan, kajian pembangunan infrastruktur gas ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem distribusi gas.
“Kajian pembangunan infrastruktur ini sebagai perwujudan Asta Cita Presiden RI, serta sesuai dengan visi misi pemerintah dalam mempercepat pembangunan agar dapat dinikmati semua pihak dan bisa memberikan nilai tambah,” terangnya.
Andri menjelaskan, secara teknis rencana konseptual pipa trans Sulawesi memiliki empat jalur dengan empat segmen pemetaan. Segmen I dari Sengkang ke Makassar dengan panjang 235,9 kilometer, Segmen II Senoro ke Morowali sepanjang 762,8 kilometer, Segmen III Morowali ke Konawe sepanjang 242,6 kilometer dan Segmen IV menuju Sengkang sepanjang 478,3 kilometer.
“Rencana jalur total pipa trans sekitar 1.500 kilometer untuk semua segmen rencan konseptual,” tutupnya. (bds)
Reporter: Muh Ridwan Kadir
Editor: Wulan
This website uses cookies.