Dari Segelas Kopi, Coffe Shop di Kendari Tawarkan Inspirasi dan Sejuta Cerita Warga +62
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Kopi bagi warga +62 atau orang Indonesia, bukan saja sekadar minuman, tetapi juga teman saat bekerja atau bahkan menikmati saat santai dari pekerjaan.
Indonesia memang sudah terkenal sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia sejak era kolonial. Budaya minum kopi sudah lama melekat di kalangan warga +62, mulai dari kopi tubruk Jawa hingga kopi sanger Aceh. Mulai dari warung kopi sederhana, hingga coffee shop kekinian.
Di Kendari sendiri, banyak tempat ngopi yang nyaman sebagai sarana nongkrong atau sekadar nyantai dari aktivitas kerja.
Diantaranya, Tomoro Coffee yang berada di kawasan Tugu Religi atau akrabnya eks MTQ. Lokasinya yang berada di tengah Kota Kendari dengan suasana yang tenang bisa menjadi pilihan bagi warga kota yang perlu rehat sejenak dari rutinitas pekerjaan.
Tidak hanya kopi, Tomoro Coffee juga menyediakan minuman non coffee bagi mereka yang tidak begitu menyukai kopi. Adapula makanan seperti nasi ayam sambal matah hingga aneka cemilan.
Coffee shop lainnya yang juga masih di tengah Kota Kendari tepatnya di area Kali Kadia dan jadi lokasi nongkrong para Gen Z yakni Transeat Coffee & Food.
Baca Juga : Menikmati Kopi dan Sunset dari Bukit Baubau di Semira Cafe and Resto
Transeat Coffee & Food memiliki kesan sederhana. Namun rasa kopinya tak perlu diragukan. Coffee shop ini menyediakan rasa kopi yang manis dan juga kopi tanpa gula. Diantaranya black coffee dan white coffee.
Keduanya menjadi kopi yang direkomendasikan, bagi mereka yang suka kopi tanpa gula dengan rasa yang kuat. Tempat ngopi ini juga jadi andalan bagi pekerja atau karyawan untuk istirahat dan jadi tempat “nongki-nongki” anak muda saat malam hari.
Indonesia yang terkenal dengan berbagai jenis kopi, membuat penikmat kopi tidak ragu mencoba berbagai rasa kopi. Kendari pun memiliki kopi khasnya yakni Kopi Tolaki yang tak kalah nikmatnya. Bagi warga +62, kopi tidak sekadar minuman tetapi juga menjadi penyambung rasa dan cerita.
Bahkan, kini anak muda banyak yang membuat komunitas ngopi, dan barista jadi profesi keren, tren V60 dan cold brew jadi bagian gaya hidup urban.
Segelas kopi bisa menyatukan yang tua dan muda, yang tradisional dan modern, yang sederhana dan mewah. Kopi pun membuka ruang sosial. Dimana menjadi pintu gerbang berbagi cerita bersama teman, diskusi politik atau hanya sekedar bercanda.
Sebuah kutipan sederhana “Selama ada kopi, warga Indonesia selalu punya alasan untuk duduk dan bicara”. (ads)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.