Metro Kendari

BPS Sultra Edukasi Masyarakat Pentingnya Paham Data Statistik

Dengarkan

KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong masyarakat semakin melek statistik agar mampu memahami dan menggunakan data secara tepat dalam melihat kondisi sosial ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan, Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto dalam seminar memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 bertema “Membangun Literasi Statistik untuk Memahami Kondisi Sosial Ekonomi Sulawesi Tenggara” yang digelar di Aula BPS Sultra, Jumat (25/09/2026).

Seminar tersebut berlangsung secara hybrid dan diikuti lebih dari 150 peserta yang berasal dari pemerintah, akademisi, insan pers, mahasiswa, hingga jajaran BPS Sultra.

Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto mengatakan, literasi statistik penting agar masyarakat tidak sekadar melihat angka, tetapi mampu memahami konteks di balik data.

“Dengan literasi statistik yang baik, kita dapat memahami informasi secara lebih tepat, melihat data dalam konteks yang benar, serta menghindari kesalahpahaman dalam menafsirkan angka dan indikator statistik,” kata Hadi.

Menurutnya, literasi statistik tidak hanya dibutuhkan oleh pemerintah maupun penghasil data. Masyarakat sebagai pengguna data juga perlu memiliki kemampuan membaca dan memahami statistik.

“Ketika masyarakat paham, masyarakat akan lebih menggunakan data statistik, sehingga keputusan-keputusan bisa lebih tepat. Tidak hanya di pemerintah, tetapi seluruh masyarakat menjadi pengguna statistik,” ujarnya.

Hadi menilai, kemampuan memahami data juga penting, di tengah banyaknya informasi yang beredar di masyarakat. Berbagai informasi yang belum tentu benar dapat dikonfirmasi melalui data statistik yang tersedia.

“Kadang ada hoaks-hoaks. Ini harus kita cari kebenarannya melalui data statistik,” katanya.

Dalam seminar tersebut, BPS Sultra juga memaparkan sejumlah indikator sosial ekonomi, termasuk kondisi kemiskinan dan ketenagakerjaan di Sultra.

Hadi menyebut angka kemiskinan di Sultra masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian, meskipun terjadi berbagai perkembangan dari waktu ke waktu.

“Kalau sekitar 10 persen dari jumlah penduduk, itu sebenarnya masih termasuk banyak. Dibandingkan dengan angka nasional yang sekitar 8 persen, artinya kita masih punya PR untuk bisa lebih mengurangi angka kemiskinan tersebut,” jelasnya.

Selain kemiskinan, persoalan ketenagakerjaan juga menjadi perhatian. Dari sekitar 1,45 juta penduduk yang masuk dalam angkatan kerja, masih terdapat masyarakat yang belum terserap dalam pekerjaan.

Menurut Hadi, dinamika ketenagakerjaan juga dipengaruhi oleh kondisi dan karakteristik sektor ekonomi, termasuk pertanian yang memiliki pola penyerapan tenaga kerja berdasarkan musim.

“Di musim-musim tertentu, pertanian menyerap tenaga kerja sangat banyak. Tapi di musim yang lain, misalnya sedang kemarau seperti ini, daya serap sektor pertanian kurang dibandingkan biasanya,” ungkapnya.

Selain membahas literasi statistik, BPS Sultra juga mendorong masyarakat aktif memberikan masukan apabila menemukan ketidaksesuaian data. Hadi mengatakan, kritik maupun laporan dari masyarakat justru menjadi bahan evaluasi bagi BPS untuk melakukan penyempurnaan data.

“Kami di BPS justru mensyukuri adanya komplain atau masukan dari masyarakat. Misalnya ada yang menyampaikan, ‘Ini salah’. Itu semua menjadi masukan bagi kita,” katanya.

Ia mencontohkan pemanfaatan data dalam penyaluran bantuan sosial yang kini diarahkan menggunakan basis data yang lebih terstruktur, termasuk pembagian berdasarkan desil. Namun, Hadi mengakui penggunaan data tersebut masih memerlukan penyempurnaan karena baru diterapkan dalam tahap awal.

“Karena ini baru yang pertama kita pakai, tentunya masih ada penyempurnaan,” ujarnya.

Masyarakat yang merasa terdapat ketidaksesuaian data dapat melakukan perbaikan secara mandiri melalui kanal yang disediakan BPS. Salah satunya melalui laman dtsen-form.bps.go.id. Masyarakat dapat menyampaikan perbaikan apabila merasa status atau desil datanya tidak sesuai.

Bagi masyarakat yang tidak memiliki akses perangkat digital, perbaikan juga dapat dilakukan melalui kelurahan dengan bantuan petugas yang tersedia. (cds)

Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan

Facebook Komentar
DetikSultra

This website uses cookies.