HukumMetro Kendari

Atas Namakan Oknum Guru, Seorang Siswa SMA Negeri di Kolaka Tertipu

PLAY

KOLAKA, DETIKSULTRA.COM – Oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai salah satu guru di SMA Negeri 1 Watubangga, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, berhasil memperdayai salah satu siswa di sekolah itu.

Siswa yang berhasil diperdaya oleh oknum tersebut, yakni atas nama Irfan Kelas 12 IPA SMA Negeri I Watubangga.

Saat dihubungi Detiksultra.com, Senin malam (5/4/2021), Irfan mengaku dirinya dihubungi oleh nomor handphone yang tidak dikenal.

Saat ia mengangkat telepon dari orang yang tak dikenal tersebut, Irfan bilang oknum tersebut mengatasnamakan diri Aswaruddin yang bukan lain adalah salah satu guru di sekolahnya.

Setelah beberapa saat ngobrol, oknum yang mengaku nama Aswaruddin lantas meminta untuk dibelikan pulsa. Ia pun mengirimkan pulsa secara berantai di nomor yang berbeda, sesuai yang diminta.

“Kiriman pertama itu pulsa 50, kemudian dua kali pulsa 100, jadi total semua pulsa yang saya kirim itu 250,” ujar dia.

Meski kejadian ini baru sekali dialaminya, namun ia mengaku tidak merasa ada yang aneh. Sebab, ketika dihubungi, setahunya yang meminta pulsa itu adalah guru di sekolahnya.

Tak berselang lama setelah ia mengirimkan pulsa ke oknum tersebut, Irfan langsung menelpon gurunya bernama Aswaruddin.

“Pak guru bersangkutan mengaku tidak pernah meminta atau menyuruh siswa untuk membelikan pulsa,” jelasnya.

Semetara itu ditempat terpisah, Aswaruddin yang berprofesi sebagai guru honorer itu, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menghubungi siswa-siswinya, untuk meminta pulsa.

Kabar itu pun diketahuinya, setelah dihubungi oleh siswanya yang ingin menanyakan perihal permintaan pulsa.

“Kebetulan yang ditipu itu siswa saya. Dia telepon saya, dia tanya pak kita minta pulsa? saya bilang ndak pernah. Siswaku lagi bilang, ada telepon mengatasnamakan kita dan guru-guru lainnya,” beber Aswaruddin.

Lebih jauh Aswaruddin menjelaskan, selain Irfan yang dihubungi, siswa lainnya juga dihubungi menggunakan nomor yang berbeda, namun orang sama.

Namun sayangnya, upaya oknum penipu untuk kembali memperdaya siswa lainnya tak berhasil. Pasalnya, pasca kejadian tersebut, siswa lainnya sudah mengetahui lebih awal sebelum dihubungi.

“Para wali kelas mengaku siswanya banyak dihubungi oleh oknum yang meminta pulsa, namun tidak dihiraukan karena mereka sudah tahu,” tukasnya.

 

Reporter: Sunarto
Editor: Via

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button