Antrean panjang kendaraan terlihat di salah satu SPBU di Kota Kendari. Foto: Septiana Syam/Detiksultra.com
KENDARI, DETIKSULTRA.COM – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat perhatian Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Ia mengakui kondisi antrean BBM yang terjadi belakangan ini cukup meresahkan masyarakat. Namun, menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk alokasi BBM.
“Ini kebijakan pusat. Kita kan bukan penghasil untuk kebutuhan tersebut. Tadi sudah disampaikan Bapak Mendagri, kelangkaan BBM itu berpengaruh dari alokasi dari pusat,” kata Siska saat ditemui media Kantor DPRD Kendari, Senin (14/09/2026).
Ia mengatakan kondisi tersebut tidak diinginkan pemerintah, baik di daerah maupun di tingkat pusat. Karena itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan antrian BBM.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Segala upaya-upaya, kiat-kiat intervensi sudah dilakukan. Insyaallah mudah-mudahan secepatnya ada perubahan, perbaikan keberlangsungan agar tidak ada lagi yang mengantre,” ujarnya.
Siska juga menyoroti antrean kendaraan yang berlangsung cukup lama. Menurutnya, kondisi itu dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang seharusnya dapat menggunakan waktunya untuk bekerja atau menjalankan kegiatan lainnya.
“Memang meresahkan juga ngantrinya itu. Masyarakat harus mengerjakan sesuatu, tetapi harus mengantri dengan menunggu lama,” tuturnya.
Selain persoalan alokasi, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap kendaraan yang melakukan pengisian BBM secara berulang. Siska menyebut perlunya pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan besar yang dinilai turut mempengaruhi situasi antrean di SPBU.
Terkait kemungkinan penerapan sistem seperti pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor, Siska mengatakan kondisi setiap daerah berbeda.
Ia mencontohkan penerapan sistem ganjil-genap di Makassar yang memiliki karakteristik berbeda dengan Kota Kendari, terutama dari sisi jumlah penduduk dan kendaraan.
“Kalau di sana kan jumlah penduduk lebih banyak, jumlah kendaraan lebih banyak. Kalau kita di sini masih relatif,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot Kendari tetap membuka ruang untuk mencari langkah yang sesuai dengan kondisi daerah. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan antrian BBM.
“Kita lagi upaya terus juga untuk koordinasi ke lintas sektor,” pungkasnya. (cds)
Reporter: Septiana Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.