Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari Ikuti Forum Nasional UNODC tentang Pencegahan TPPO di Ruang Digital. (Foto : Istimewa)
JAKARTA, DETIKSULTRA.COM – mahasiswa dan satu dosen pendamping dari Universitas Muhammadiyah Kendari diundang secara resmi oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) untuk berpartisipasi dalam forum nasional “St@y Safe in Digital Space: Behind the Screen – Trafficking Is Closer Than You Think” yang berlangsung di DoubleTree by Hilton, Jakarta, pada 4-5 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Protect Project yang didanai oleh Uni Eropa dan diimplementasikan bersama oleh UNODC, ILO, UN Women, dan Unicef untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak dalam konteks migrasi tenaga kerja di Asia Tenggara.
Forum ini dihadiri oleh berbagai Badan PBB seperti UN Women, ILO, IOM, dan Unicef, serta LSM seperti Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Meta Indonesia, Tiktok Indonesia, Jobstreet, Tempo, dan Forum Genre Nasional. Kalangan Akademisi juga turut hadir dalam forum ini, universitas-universitas dari seluruh Indonesia juga turut menjadi delegasi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Atma Jaya, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas lainnya.
Acara ini dibuka oleh Wamen Komdigi, Perwakilan Delegasi Uni Eropa di Indonesia, Kementerian Luar Negri dan kantor UNODC Regional untuk Asia Tenggara dan Pasifik.
Forum Internasional untuk Keselamatan Digital dan Pencegahan TPPO
Forum ini mengangkat isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini semakin banyak terjadi di ruang digital, di mana proses perekrutan, perundungan, dan eksploitasi dilakukan melalui media sosial, iklan kerja online, layanan pesan, hingga platform gim daring. Melalui sesi panel, kesaksian penyintas, dan lokakarya interaktif, para peserta diajak memahami bagaimana satu klik di dunia maya dapat menjerumuskan seseorang ke dalam situasi eksploitasi. Forum ini juga memfasilitasi “Digital Red Flag Wall” dan “My Digital Safety Pledge Corner”, dua ruang partisipatif untuk berbagi tanda-tanda bahaya di dunia digital dan komitmen menjaga keamanan diri di ruang siber.
Apresiasi dari Universitas Muhammadiyah Kendari
Dosen pendamping Universitas Muhammadiyah Kendari, Ririn Syahriani, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada UNODC dan European Union atas kesempatan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada UNODC dan European Union atas undangannya. Kegiatan ini sangat membuka mata kami untuk lebih aware terhadap TPPO dan pentingnya keamanan di ruang digital. Ini sejalan dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta kesadaran etis di tengah transformasi digital,” ujarnya.
Suara Mahasiswa Delegasi
Salah satu peserta, Aprianti, mahasiswa Program Studi Manajemen, mengungkapkan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari forum bergengsi ini.
“Forum nasional ini sangat bergengsi karena diadakan oleh organisasi PBB dan dihadiri oleh Kementerian Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Digital, pihak Kepolisian, serta lembaga-lembaga elite lainnya. Saya jadi lebih paham bahwa TPPO bisa terjadi di ruang digital yang sering kita anggap aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjalin jaringan dengan mahasiswa dan organisasi lain dari seluruh Indonesia,” tutur Aprianti.
Sementara itu, Sahwa Ramadhani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, menambahkan bahwa pengalaman tersebut sangat berkesan dan menginspirasi.
“Saya merasa bangga bisa diundang dalam forum ini. Mendengar langsung kisah para korban membuat saya tergerak untuk berkontribusi nyata dalam memerangi TPPO, terutama di ruang-ruang digital,” ungkap Sahwa.
Langkah Lanjutan di Universitas Muhammadiyah Kendari
Sebagai tindak lanjut dari forum ini, Ririn Syahriani menjelaskan bahwa pihaknya bersama mahasiswa akan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan kampanye kesadaran bahaya TPPO di lingkungan kampus dan masyarakat luas.
“Kami berencana melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa, melalui sosialisasi dan kampanye literasi digital agar mahasiswa lebih waspada terhadap modus eksploitasi di dunia maya,” jelasnya.
Universitas Muhammadiyah Kendari menyambut baik kolaborasi semacam ini sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pembentukan generasi muda yang sadar kemanusiaan dan berintegritas digital. (*)
Reporter: Septi Syam
Editor: Wulan
This website uses cookies.