Hukum

DP3A Siap Lakukan Pendampingan Korban Dugaan Pencabulan Pimpinan Pondok Pesantren di Muna Barat

Dengarkan

MUNA BARAT, DETIKSULTRA.COM – Santri korban dugaan pencabulan oleh pimpinan pondok pesantren di Muna Barat bakal mendapatkan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Muna Barat. Kepala Dinas DP3A Muna Barat, Takari Abdullah mengatakan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian usai mengetahui kasus tersebut.

“Kita akan dampingi, kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian,”⁰ ujarnya, Jumat, (23/1/2026).

Diketahui, kasus dugaan pencabulan yang melibatkan pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Muna Barat terbongkar saat korban inisial ABN (16), SM (17) dan SR (22) melaporkan kasus asusila tersebut pada unit PPA Satreskrim Polres Muna.

Kuasa hukum korban, La Ode Suparno Tammar mengatakan, saat ini ada tiga santri yang berani melaporkan pimpinan pesantren Darul Mukhlasin As-Saniy di kepolisian. Ia yakin, akan banyak santri yang akan bersuara. Karena berdasarkan cerita korban, banyak teman-temannya yang menjadi korban pencabulan.

Baca Juga: Dugaan Pencabulan Santri oleh Pimpinan Ponpes di Muna Barat, Keluarga Korban Lapor Polisi

Sementara itu, salah satu korban, SR, mengaku bahwa banyak korban yang dicabuli JM (pimpinan ponpes) hanya mereka tidak mau mengaku.

“Intinya banyak, hanya mereka tidak mau mangaku. Semua dari Muna Barat, korbannya ada SMP ada juga SMA,” terangnya.

Pihak keluarga korban pun meminta pihak kepolisian untuk segera mengatensi kasus ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di pondok pesantren. (bds)

 

Reporter: La Ode Darlan
Editor: Wulan

Facebook Komentar
Redaksi

This website uses cookies.